First Media Ekspansi US$ 200 Juta
JAKARTA - PT First Media Tbk (KBVL) investasi sebesar US$ 150-200 juta selama 2012-2013. Investasi tersebut digunakan untuk ekspansi perseroan di bisnis internet Wimax, kabel tv, dan video berdasarkan permintaan (video on demand/VOD).
Presiden Komisaris First Media Peter F Gontha menjelaskan sumber dana tersebut berasal dari kas internal, laba ditahan, setoran pemagang saham, dan investor strategis. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi dari masing-masing sumber tersebut. Ia hanya mengatakan investasi tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan digital yang ada di Indonesia.
"Disamping itu, kami juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Besarnya alokasi investasi tersebut, menggambarkan betapa besarnya investasi dalam teknologi," ungkap Peter usai Rapat Pemegang Umum Saham Luar Biasa. (RUPS-LB) di Jakarta, Jumat (21/10).
Peter menyebutkan salah satu investasi yang dilakukan oleh perseroan adalah dengan menambah BTS sebanyak 900 menara. Jumlah tersebut akan tersebar dan memperkuat jaringan bisnis internet Wimax perseroan di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek), serta Banten. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan ijin yang dimiliki perseroan untuk mengembangkan Wimax dii wilayah tersebut. Sedangkan hingga akhir tahun, lanjut dia, diperkirakan baru akan mencapai 190 menara di wilayah tersebut.
"Selain itu, perseroan juga telah memiliki ijin untuk mengembangkan Wimax di wilayah Sumatera bagian utara, seperti Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Kedua wilayah tersebut menjadi target ekspansi kami selanjutnya," jelas Peter.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Teknik Dicky Moechtar mengatakan komersialisasi di wilayah Jabodetabek dan Banten akan dimulai pada kuartal 1 2012. Sementara itu, lanjut dia, wilayah Sumatera bagian Utara akan dimulai komersialisasinya pada Semester I 2012. Menurut dia, peluang kormersialisasi di wilayah tersebut sangat besar. Sebab, lanjut dia, perseroan masih menjadi satu-satunya perusahaan penyedia layanan data.
"Sementara pemain lainnya adalah Telkom dan operator seluler lainnya," papar Dicky.
Modal Rp 870 M
Pada kesempatan yang sama, Peter mengatakan dalam RPUPS LB menyetujui pereseoan untuk menambah modal dalam perseroan sehingga menjadi Rp 870.948.489.000. Ia menjelaskan jumlah tersebut meningkat setelah perseroan mengeksekusi warrant yang dikeluarkan perseroan ketika menggelar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/Rights Issue) saham pada 2010. Ia menjelaskan perseroan mengeksekusi warrant tersebut di harga Rp 800.
JAKARTA - PT First Media Tbk (KBVL) investasi sebesar US$ 150-200 juta selama 2012-2013. Investasi tersebut digunakan untuk ekspansi perseroan di bisnis internet Wimax, kabel tv, dan video berdasarkan permintaan (video on demand/VOD).
Presiden Komisaris First Media Peter F Gontha menjelaskan sumber dana tersebut berasal dari kas internal, laba ditahan, setoran pemagang saham, dan investor strategis. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi dari masing-masing sumber tersebut. Ia hanya mengatakan investasi tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan digital yang ada di Indonesia.
"Disamping itu, kami juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Besarnya alokasi investasi tersebut, menggambarkan betapa besarnya investasi dalam teknologi," ungkap Peter usai Rapat Pemegang Umum Saham Luar Biasa. (RUPS-LB) di Jakarta, Jumat (21/10).
Peter menyebutkan salah satu investasi yang dilakukan oleh perseroan adalah dengan menambah BTS sebanyak 900 menara. Jumlah tersebut akan tersebar dan memperkuat jaringan bisnis internet Wimax perseroan di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek), serta Banten. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan ijin yang dimiliki perseroan untuk mengembangkan Wimax dii wilayah tersebut. Sedangkan hingga akhir tahun, lanjut dia, diperkirakan baru akan mencapai 190 menara di wilayah tersebut.
"Selain itu, perseroan juga telah memiliki ijin untuk mengembangkan Wimax di wilayah Sumatera bagian utara, seperti Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Kedua wilayah tersebut menjadi target ekspansi kami selanjutnya," jelas Peter.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Teknik Dicky Moechtar mengatakan komersialisasi di wilayah Jabodetabek dan Banten akan dimulai pada kuartal 1 2012. Sementara itu, lanjut dia, wilayah Sumatera bagian Utara akan dimulai komersialisasinya pada Semester I 2012. Menurut dia, peluang kormersialisasi di wilayah tersebut sangat besar. Sebab, lanjut dia, perseroan masih menjadi satu-satunya perusahaan penyedia layanan data.
"Sementara pemain lainnya adalah Telkom dan operator seluler lainnya," papar Dicky.
Modal Rp 870 M
Pada kesempatan yang sama, Peter mengatakan dalam RPUPS LB menyetujui pereseoan untuk menambah modal dalam perseroan sehingga menjadi Rp 870.948.489.000. Ia menjelaskan jumlah tersebut meningkat setelah perseroan mengeksekusi warrant yang dikeluarkan perseroan ketika menggelar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/Rights Issue) saham pada 2010. Ia menjelaskan perseroan mengeksekusi warrant tersebut di harga Rp 800.
Selain itu, lanjut Peter, RUPS LB juga memutuskan untuk pengangkatan direksi dan dewan komisaris baru. Ia menyebutkan jajaran direksi diisi oleh Irwan Djaja sebagai Direktur Utama, Dicky Moechtar menjabat Direktur Teknik dan operasional, serta Harianda Noerlan. “Sementara untuk jajaran Dewan Komisaris akan tersisi oleh Rizal Ramli dan Didik Rachbini sebagai Komisaris Independen, Theo Sambuaga sebagai Komisaris, dan saya sebagai Presiden Komisaris,” tandas Peter. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar