JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Jatim, menargetkan pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada pertengahan 2012. Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak 25% saham kepada public dengan target dana sebanyak Rp 1 triliun.
Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto menjelaskan pengajuan IPO tersebut akan dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April 2012. Kepemilihan saham Bank Jatim terdiri dari 38 pihak. Sedangkan porsi mayoritas dikuasai oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jatim.
Hadi mengatakan persetujuan tersebut dibutuhkan karena dana IPO akan digunakan untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 18%. Sedangkan saat ini, lanjut dia, CAR hanya sebesar 15,22%. “Padahal posisi CAR kami mencapai 19,5% pada Desember 2010. Untuk itu, modal tersebut diperlukan untuk menjaga bank kami untuk tetap sehat,” ungkap Hadi di sela peresmian Kantor Cabang Pembantu Mangga Dua, Jakarta, Selasa (25/10).
Menurut Hadi, rencana IPO tersebut sebenarnya telah diajukan sejak tahun lalu. Namun, lanjut dia, pemegang saham tidak menyetujui rencana tersebut dalam RUPS yang dilaksanakan pada April lalu. Menurut dia, ketidak setujuan tersebut karena perusahaan dianggap mampu memberikan dividen yang besar bagi pemegang saham.
Sebagai gantinya, tambah Hadi, pemegang saham memutuskan untuk menambahkan modal perusahaan sebanyak Rp 400 miliar. Tapi, ia mengaku hingga saat ini realisasinya baru sebesar Rp 30 miliar. “Rencananya, kami akan mendapatkan tambahan modal dari pemegang saham sebesar Rp 100 miliar lagi pada Oktober atau November mendatang,” papar Hadi.
Hadi memperkirakan kemungkinan pemenuhan modal dari pemegang saham sangat tipis. Namun, ia enggan untuk menjelaskan hal tersebut. Ia hanya mengatakan perusahaan berharap dalam RUPS mendatang pemegang saham dapat menyetujui rencana tersebut. IPO dinilainya sebagai cara termurah untuk mendapatkan dana untujk menjaga CAR tersebut.
Lebih lanjut Hadi mengatakan dengan dana segar tersebut modal kami akan mencapai diatas Rp 3,3 triliun. Menurutnya, dengan modal tersebut perusahaan akan meningkatkan penyaluran kredit sebanyak 25% dibandingkan dengan target tahun ini, sebesar Rp 15,8 T. Sedangkan hingga September 2011, ia menyebutkan perusahaan telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 15,7 triliun.
“Selain itu, perusahaan telah berhasil mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 922 miliar pada September 2011. Dengan jumlah ini, kami optimistis akan mampu mencetak laba bersih sebanyak Rp 1,1 triliun,” tandas Hadi. (iin)
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut