Jumat, 21 Oktober 2011

Bakrieland Jajaki Jual Saham Rp 2 T

Bakrieland Jajaki Jual Saham Rp 2 T

JAKARTA – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menjajaki penjualan kepemilikan saham di anak usaha mereka, PT Bakrie Toll Road, pada semester I 2012. Penjualan tersebut ditargetkan akan bernilai Rp 2 triliun. 

Direktur Utama Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib mengatakan pelepasan saham tersebut akan dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan private placement. Menurut dia, strategi tersebut dilakukan demi mengundang lebih banyak mitra strategis masuk ke anak usaha mereka tersebut. Sebab, tambah dia, BTR membutuhkan dana besar untuk mengembangkan dan pembangunan ruas jalan tol yang dimiliki.

“Kami benar-benar ingin membesarkan BTR. Tapi sangat tidak memungkinkan apabila semua pengembangan dan pembangunan ruas jalan tol tersebut dibiayai oleh Bakrieland. Karena itu kami pun menerapkan strategi tersebut,” ungkap Hiramsyah di Jakarta, Rabu (12/10).   

Hiramsyah enggan untuk menyebutkan porsi saham yang akan dijual untuk IPO maupun private placement. Meskipun demikian, ia menyebutkan pada akhirnya kepemilikan saham perseroan menjadi 20% dari 100%. Namun, lanjut dia, hal tersebut dilakukan secara bertahap. “Untuk tahun depan, kami masih belum menentukan porsi saham yang akan dijual. Sebab, kondisi pasar saham masih belum kondusif untuk menentukan hal tersebut. Namun, saat ini nilai buku BTR diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun,” jelas dia.

Lebih lanjut Hiramsyah menjelaskan kemungkinan besar IPO tersebut menggunakan buku Desember 2011. Disamping itu, lanjut dia, perseroan telah melakukan beauty contest untuk menentukan penjamin emisi (underwriter) dan agen penjual global dalam IPO tersebut. Ia menyebutkan setidaknya telah bertemu dengan tiga atau empat agen penjual asing dan tiga penjamin emisi local. Namun, hingga saat ini perseroan masih belum menentukan hal tersebut.

Selain itu, tambah Hiramsyah, perseroan juga telah melakukan pembicaraan dengan mitra strategis potensial yang akan masuk melalui private placement. Namun, ia enggan untuk menyebutkan jumlah mitra tersebut. Ia hanya mengatakan mitra tersebut terdiri dari asing dan local. “Tapi semuanya masih belum final,” jelas Hiramsyah.

Utang Rp 1 T

Pada kesempatan yang sama, Hiramsyah mengatakan perseroan mencari utang sebesar Rp 500 miliar - 1 triliun pada awal tahun mendatang. Jumlah utang yang dicari tersebut, lanjut Hiramsyah, telah berkurang dari rencana sebelumnya sebesar Rp 2 triliun. Berkurangnya jumlah tersebut disebabkan perseroan telah mendapatkan komitmen pinjaman dari bank local sebesar Rp 500 miliar. Rencananya, dana tersebut dipergunakan perseroan refinancing utang yang jatuh tempo pada 2013 sebesar Rp 500 miliar. Sedangkan sisanya untuk belanja modal (capital expenditure/capex).

Hiramsyah menjelaskan perseroan saat ini tengah mengkaji beberapa sumber pendanaan, diantaranya pinjaman bank maupun obligasi, baik di luar maupun dalam negeri. Menurut dia, penentuan sumber pendanaan tersebut baru akan dilakukan pada akhir tahun mendatang. “Sedangkan untuk penunjukan underwriter diperkirakan dilakukan pada Januari tahun depan,” papar dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar