Nusantara Infrastructure Finalisasi Akuisisi Pelabuhan
JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menyatakan tengah memfinalisasi akusisi sebuah pelabuhan yang telah beroperasi di Sumatera Selatan. Rencananya, akuisisi tersebut akan dituntaskan dalam waktu dekat. Hal tersebut seiring dengan persiapan perseroan untuk mengikuti tender proyek kalibaru senilai Rp 11,7 triliun.
“Saat ini sudah hamper pasti untuk akuisisi tersebut. Namun, saya masih belum bisa menjelaskan nama dan nilai akuisisi tersebut. Kemungkinan dalam waktu dekat kami baru dapat mengumumkan hal tersebut,” ungkap Managing Director Nusantara Infrastructure Bernadus Djonoputro kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (13/11).
Dalam membidik proyek tersebut, perseroan membentuk konsorsium dengan menggandeng partner Mitsui, Evergreen, 4848 Global System. Perseroan memiliki porsi 51% kepemilikan dalam konsorsium tersebut. Sedangkan porsi lainnya, lanjut dia, masih belum ditentukan. Dengan menggandeng perusahaan internasional yang berpengalaman dalam bisnis pelabuhan tersebut, lanjut dia, menunjukan keseriusan perseroan berpasrtisipasi dalam program public private partnership (PPP) yang digelontorkan pemerintah.
Bernadus menambahkan dari sisi financial, konsorsium yang dibentuk tersebut telah memiliki dukungan yang sangat kuat dari pihak bank. Sebab, lanjut dia, masing-masing perusahaan yang ada di konsorsium tersebut telah mendpatkan komitmen dari bank untuk pendanaan. Ia bahkan menyebutkan Nusantara Infrastructure telah mendapatkan komitmen dari bank nasional hingga 60% dari nilai total proyek tersebut. Jumlah tersebut menjadi persyaratan dalam pra kualifikasi tersebut.
“Mitsui dan Evergreen bahkan telah mendapatkan komitmen pendanaan hingga Rp 11 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan financial konsorsium kami sangat kuat,” tegas dia.
“Mitsui dan Evergreen bahkan telah mendapatkan komitmen pendanaan hingga Rp 11 triliun. Hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan financial konsorsium kami sangat kuat,” tegas dia.
Sebelumnya, Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan menjelaskan eksekusi akuisisi pada Oktober mendatang. Untuk itu, lanjut dia, perseroan pun membentuk anak usaha baru yang akan menaungi divsi pelabuhan dan transportasi dengan nama Portco. Kala itu, ia menejlaskan pemebntukan anak usaha tersebut masih dalam proses perijinan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan.
“Dengan ijin tersebut, anak usaha tersebut akan mempunyai ijin mengoperasikan pelabuhan di seluruh Indonessia,” jelas Danni.
Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias pernah mengatakan berbagai proyek infrastruktur yang dibidik perseroan saat ini sangat positif. Ia bahkan memperkirakan proyek tersebut akan meningkatkan kinerja perseroan secara signifikan dimasa mendatang. “Sebab, jika perseroan hanya mendalkan pendapatan dari bisnis jalan tol, pertumbuhannya tidak akan besar,” papar Adrianus. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar