Minggu, 23 Oktober 2011

Utamakan Refinancing Utang CS, Bakrie Brothers Tunda Terbitkan Obligasi




JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menunda rencana penerbitan obligasi senilai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Rencananya, obligasi tersebut baru akan diterbitkan pada 2012. Padahal sebelumnya, perseroan berencana menerbitkan obligasi pada kuartal IV 2011.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Eddy Soeparno mengatakan penundaan tersebut dilakukan sesuai dengan kebijakan perseroan untuk lebih mengutamakan refinancing utang Credit Suisse (CS) senilai US$ 597 juta (setara Rp 4,7 triliun). Menurut dia, adanya kondisi baru yang mendesak perseroan melakukan hal tersebut. namun, ia enggan untuk menjelaskan kondisi baru tersebut.  

“Kami mendadak mendapatkan pekerjaan menyelesaikan pinjaman CS. Tadinya kami baru akan menyelesaikan pinjaman tersebut pada kuartal IV. Tapi karena ada kondisi baru yang membuat kami menunda penerbitan obligasi tersebut hingga 2012,” ungkap Eddy di Jakarta, Jumat (24/10). 

Utang Bakrie Brothers sebesar US$ 597 juta merupakan bagian dari pinjaman sindikasi Credit Suisse AG kepada Grup Bakrie sebesar US$ 1,35 miliar. Pinjaman tersebut diperoleh Grup Bakrie pada Maret 2011. Ketika itu. Bakrie Brothers memperoleh US$ 601,75 juta. Sedangkan Long Haul Holdings Ltd, perusahaan yang juga dikendalikan oleh keluarga Bakrie, mendapat jatah US$ 743.25 juta.

Namun, Credit Suisse yang memimpin 10 kreditor mendesak Grup Bakrie untuk mempercepat pembayaran pinjaman, meski baru jatuh tempo pada Maret 2012. Permintaan itu menyusul penurunan tajam harga saham Bumi Plc di Bursa Efek London. Sebelumnya, Grup Bakrie menjaminkan saham Bumi Plc untuk mendapatkan pinjaman dari sindikasi Credit Suisse.

Saat ini, Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers dan Long Haul Holdings menguasai 47% saham Bumi Plc, induk usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMD dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Meskipun ditunda, Eddy mengatakan perseroan tetap akan melanjutkan proses persiapan penerbitan obligasi tersebut. Namun, lanjut dia, dengan kecepatan yang tidak seperti yang direncanakan sebelumnya. Ia pun memastikan obligasi yang akan diterbitkan tersebut akan menggunakan mata uang Rupiah. “Kami pun berencana hanya akan menerbitkan obligasi tersebut di domestic. Jadi kami tidak akan melakukan road show,” jelas dia.

Sesuai Target

Pada kesempatan yang sama, Eddy menegaskan perseroan akan refinancing utang kepada CS sesuai dengan target sebelumnya, yaitu akhir Oktober 2011. Sebab, lanjut dia, saat ini tahap tersebut sudah mencapai 90% dan tengah menyelesaikan dokumentasi. Menurut dia, dokumentasi tersebut diperlukan dilakukan seiring dengan adanya kesepakatan baru mengenai pinjaman. “Kalau tidak ada halangan, akhir bulan kami sudah meneken kesepakatan tersebut dan melakukan refinancing,” papar Eddy.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan kesepakatan tersebut akan dilakukan dengan kreditur baru maupun lama. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi pinjaman yang akan diberikan antara kreditur lama dan baru, serta nama dari kreditur baru tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan akan melakukan penjamian dalam jumlah yang sama dengan sebelumnya. “Kami melihat dalam satu penjaminan,” tegas dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Glencore International, pemasok komoditas terbesar di dunia, siap mengucurkan pinjaman sebesar USS 800-900 juta untuk membantu Grup Bak-rie dalam membayar utang kepada Credit Suisse AG sebesar USS 1,35 miliar. Sebagai imbalannya, Grup Bakrie akan memberikan tambahan hak pemasaran batubara kepada Glencore. Pinjaman itu juga dijamin oleh sebagian saham Bumi Plc.

Glencore memiliki opsi untuk mengonversi pinjaman menjadi saham Bumi Plc, jika Grup Bakrie tidak membayar utangnya. Glencore juga berhak memperluas pemasarannya hingga mencakup hasil tambang mine- ral milik PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang segera diambil alih oleh Bumi Plc.

Selain Glencore, ada satu calon investor lain yang ingin membantu Grup Bakrie yaitu Vt-tol SA. Sebelumnya, Texas Pacific Group (TPG) dan Northstar Pacific juga dikabarkan tertarik mendukung Grup Bakrie. Namun, peluang Glencore sangat besar.(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar