Jumat, 28 Oktober 2011

Laba Bersih Kalbe Tumbuh 18%




JAKARTA  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun pada kuartal III 2011. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 902 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh efesiensi operasional yang dilakukan perseroan.

“Efisiensi tersebut terbukti dapat menghemat beban usaha hingga mencapai Rp 46 miliar. Selain itu, lanjut dia, kenaiakn laba juga ditopang oleh harga bahan baku yang lebih rendah ketimbang awal tahun,” ungkap Direktur Keuangan Kalbe Vidjongtius kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (26/10).

Lebih lanjut Vidjongtius menjelaskan kuartal III penjualan perseroan mencapai Rp 7,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,2 triliun. Menurut dia, penjualan yang hanya tumbuh 6%  tersebut karena pada semester ini PT Kageo Igar Tbk (IGAR) tidak lagi memberikan kontribusi pada perseroan. Sebab, pada pertengahan Agustus 2010, Kalbe menjual 610 juta (58,1%) saham Kageo Igar kepada PT Kingsford Holdings senilai Rp 112,8 miliar. 

“Sementara pada kuartal III tahun lalu, Kageo Igar masih memberikan kontribusi pada penjualan. Jika perbandingan tersebut mengeluarkan Kagoe Igar dalam kontribusi penjualan, tahun ini kami sebenarnya tumbuh 9%,” jelas Vidjongtius.

Vidjongtius memperkirakan kuartal IV pertumbuhan laba dan penjualan akan lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya. Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan siklus yang selalu terjadi setiap tahunnya. Untuk itu, ia oun optimistis apabila perseroan akan mampu mencapai target penjualan sebanyak Rp 11 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan 2010.
“Begitu juga dengan target laba bersih kami yang akan meningkat sebanyak 17-18%,” tambah dia.

Menurut Vidjongtius, tahun depan perseroan ditargetkan akan mampu mencetakan penjualan sebesar 15-18%. Sebab, lanjut dia, perseroan menilai pertumbuhan berbagai produk perseoan sangat besar di berbagai daerah akan sangat tinggi. “Begitu juga dengan bisnis distribusi kami,” papar Vidjongtius.

Sebelumnya, Analis CIMB Securities Erwan Teguh pernah menyatakan efesiensi yang dilakukan menejemen dapat menggenjot margin kotor hingga 165 basis poin (bps) menjadi 51,8% di tengah lonjakan harga bahan baku. Tak ayal lagi, pertumbuhan laba bersih lebih besar dibanding pendapatan. Erwan memberi rating netral untuk KLBF dengan target harga Rp 3.800.

Sementara itu, analis Credit Suisse Ella Nusantoro memprediksi menguatnya nilai tukar rupiah akan meningkatkan margin penjualan. Sejalan dengan itu, kinerja Kalbe Farma bakal positif. Ia bahkan meaikkan proyeksi laba bersih Kalbe menjadi Rp 1,66 triliun pada 2011 dan Rp 1,96 triliun pada 2012. Jumlah itu naik masing-masing 29% dan 18%. Sementara pendapatan diproyeksikan naik 16% pada 2011 menjadi Rp 11,8 triliun dan melonjak 18% menjadi Rp 13,9 triliun pada 2012.

Ella memberi rating netral KLBF. Target harganya Rp 3.400. Pada perdagangan kemarin, saham KLBF stagnan di level Rp 3.450. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar