JAKARTA – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) siap menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) saham pada awal kuartal II 2012. Perseroan optimistis dapat meraup dana sebesar Rp 901,9 miliar dengan menambah kepemilikan saham public sebesar 28%. Dengan demikian, kepemilikan saham pemerintah di perseroan akan menjadi 60% dari 88%.
“Rencananya rights issue akan dilakukan pada April atau Mei 2012. Saat ini kami masih proses persiapan. Pada januari mendatang baru akan memasuki tahap konsultasi sekaligus penunjukan penjamin emisi (underwriter),” ungkap Direktur Utama Kimia Farma Sjamsul Arifin di Jakarta, Senin (24/10).
Sjamsul menjelaskan dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan di industri kimia dan farmasi. Untuk bidang kimia, lanjut dia, diperkirakan akan menghabiskan Rp 105 miliar, yaitu iodium Rp 50 miliar, kina Rp 25 miliar, dan castor oil Rp 30 miliar. Sedangkan industri farmasi, ia menjelaskan perseroan akan mengalokasikan untuk merenofasi pabrik sebanyak Rp 150 miliar, dan rekolasi pabrik Rp 200 miliar.
“Serta pembentukan joint venture (JV) dengan pihak Tiongkok untuk menghasilkan sterile product senilai Rp 60 miliar,” jelas dia.
Selain itu, lanjut Sjamsul, perseroan juga akan mengalokasikan dana rights issue tersebut untuk akuisisi PT Indofarma Tbk (INAF). Namun, lanjut dia, akuisisi tersebut belum dapat menjelaskan lebih lanjut mekanisme akuisisi tersebut. Sebab, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas menawarkan opsi share swap saham public dalam rencana akuisisi Indofarma tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PT Indofarma Tbk (INAF) Djakfaruddin Junus mengatakan perseroan akan mengikuti mekanisme akusisi yang dinginkan pemerintah. Menurut dia, saat ini perseroan tengah focus dalam menyelesaikan kuasi reorganisasi yang ditargetkan selesai pada 16 November 2011. Hal tersebut, lanjut dia, diperkuat dengan keberhasilan perseroan mencatatkan keuntungan pada tahun ini.
Djakfaruddin memperkirakan hingga kuartal III, laba bersih perseroan diperkirakan mencapai Rp 10-20 miliar. Sedangkan hingga akhir tahun, lanjut dia, perseroan optimistis akan mampu mencatatkan 4% dari target penjualan 2012 sebesar Rp 1,2 triliun. “Dengan demikian, perseroan akan bisa membagikan dividen kepada pemegang saham pada 2012,” jelas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar