ARAH INVESTASI SEPEKAN
Harga SUN Menguat Terbatas
Oleh Indah Handayani
JAKARTA – Harga surat utang negara (SUN) diprediksi akan menguat terbatas selama pekan ini. Sebab, imbal hasil (yield) obligasi pada hampir semua tenor berpotensi turun tipis di kisaran 10-12 basis poin. Hal tersebut terjadi karena minat investor kembali pulih untuk menanamkan modal mereka ke Negara berkembang, termasuk Indonesia .
Harga SUN Menguat Terbatas
Oleh Indah Handayani
Pelaku pasar menilai tekanan sentiment negative global diperkirakan melonggar di pekan ini. Hal tersebut menyusul keputusan KTT Eropa telah memberikan titik terang dalam penyelesaian krisis Yunani yang ditandai dengan pengucuran bailout kepada Yunani sebesar 440 miliar Euro. Namun, belum jelasnya mekanisme pemberian bailout tersebut membuat pelaku pasar masih berhati-hati dalam menanamkan modal mereka. Alhasil, penguatan yang terjadi pun hanya terbatas pada pekan ini.
Demikian rangkuman analis obligasi PT Trimegah Securities Tbk Imam MS, ekonom BII Juniman kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Imam memperkirakan kejelasan mekanisme pemberian dana bailout akan dijadikan investor sebagai sentiment positif untuk kembali membenamkan modal mereka ke pasar obligasi. Namun, lanjut dia, sentiment tersebut hanya bersifat sementara. Sebab, pelaku pasar akan beralih ke kondisi Italia menyusul bobot utang Negara tersebut yang sangat besar.
Sementara itu, lanjut Imam, sentiment positif yang berkembang di domestic dianggap belum kuat untuk dijadikan momentum pelaku pasar kembali ke pasar obligasi. Meskipun dipekan ini BPS akan mengumumkan angka inflasi. Sebab, tambah dia, pelaku pasar yakin dengan inflasi yang akan berada bawah 5%. Hal tersebut menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga.
“Ditambah lagi dengan adanya lelang yang diadakan Pemerintah pada Selasa (1/11) yang ditargetkan mencapai Rp 6 T. Hal tersebut membuat pada awal pekan ini perdagangan akan relative sepi. Namun setelah itu diperkirakan yield akan menurun terbatas di kisaran 10-20 basis poin untuk semua tenor,” ungkap Imam.
Mencermati kondisi tersebut, Imam menyarankan pemodal untuk memasang strategi trading pada pekan ini. Seba, lanjut dia, strategi hold to maturity akan sangat beresiko bagi pemodal di pekan ini. Untuk itu, ia pun menyarankan untuk trading di tenor panjang yang memiliki yiled relative paling menarik.
Sideways
Sementara itu, Juniman memperkirakan minimnya sentiment positif tersebut akan membuat pergerakan harga SUN relative sideways. Hal tersebut diperkuat dengan adanya lelang di awal pekan sehingga membuat transaksi di pasar sekunder relative sepi. Menurut dia, sentiment yang dapat dijadikan momentum adalah pengumuman inflasi. Ia memperkirakan inflasi naik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dari 4,1% menjadi 4,9% seiring dengan merangkak naik harga beberapa kebutuhan pokok pada beberapa pekan ini.
“Dengan demikian, harga obligasi tenor pendek mengalami tekanan dengan potensi kenaikan yiled sebesar 25-50 basis poin. Sementara untuk lima tahun keatas kenaikannya tidak akan banyak yaitu sekitar 10-25 basis poin,” jelas Juniman.
Untuk itu, Juniman merekomendasikan investor untuk masuk di pasar perdana di pekan ini. Sebab, di pasar perdana akan lebih menguntungkan dengan tingkay yield yang renah. Sementara untuk investor yang tidak kebagian di pasar perdana, Juniman menyarankan untuk masuk di tenor jangka panjang. “Hal tersebut mengingat yield di tenor panjang masih sangat menarik diatas 6%,” tandas Juniman.(iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar