JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) siap investasi sebesar US$ 50 juta untuk menggarap bisnis pelabuhan. Hal tersebut menyusul akan selesainya proses akuisisi sebuah perusahaan pelabuhan yang telah beroperasi di Sumatera bagian selatan sebelum akhir tahun ini.
Managing Director Nusantara Infrastructure Bernadus Djonoputro menjelaskan dana tersebut akan berasal dari kas internal perseroan. Hal tersebut mengingat perseroan memiliki kas internal yang cukup kuat pada saat ini. Ia menjelaskan investasi tersebut akan digunakan untuk mengembangkan pelabuhan agar dapat melayani jasa pengangkutan curah (bulk) dan pergudangan bertaraf internasional. Hal ini mengingat pelabuhan yang akan diakuissi tersebut hanya melayani pengangkutan curah kering (dry bulk).
Namun, Bernadus enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai akuisisi perusahaan pelabuhan tersebut. Ia menambahkan dalam akuisisi tersebut perseroan tidak akan menjadi mayoritas atau dibawah 50% kepemilikan saham pada tahap pertama. “Dengan demikian, kami belum dapat mengkonsolidasi pelabuhan tersebut pada tahun depan,” ungkap Bernadus usai diskusi bertajuk Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia, Rabu (26/10).
Lebih lanjut Bernadus menambahkan perseroan melihat peluang bisnis pelabuhan sangat besar. Sebab, Indonesia merupakan Negara kepulauan dan jumlah pelabuhan bertaraf internasional masih bisa dihitung dengan jari. Padahal, lanjut dia, keberadaan pelabuhan internasional akan membuat ekspor impor menggeliat. Hal tersebut ditambah lagi dengan pertumbuhan industri perhubungan laut berpotensi tumbuh 15-20% per tahun. “Jika pada tahun ini sebesar US$ 300 miliar diperkirakan akan menjadi US$ 750 miliar pada 2015,” papar dia.
Sebelumnya, Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan menjelaskan eksekusi akuisisi pada Oktober mendatang. Untuk itu, lanjut dia, perseroan pun membentuk anak usaha baru yang akan menaungi divsi pelabuhan dan transportasi dengan nama Portco. Kala itu, ia menejlaskan pemebntukan anak usaha tersebut masih dalam proses perijinan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan. “Dengan ijin tersebut, anak usaha tersebut akan mempunyai ijin mengoperasikan pelabuhan di seluruh Indonessia,” jelas Danni.
Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias pernah mengatakan berbagai proyek infrastruktur yang dibidik perseroan saat ini sangat positif. Ia bahkan memperkirakan proyek tersebut akan meningkatkan kinerja perseroan secara signifikan dimasa mendatang. “Sebab, jika perseroan hanya mendalkan pendapatan dari bisnis jalan tol, pertumbuhannya tidak akan besar,” tandas Adrianus. (iin)
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut