Senin, 20 Juni 2011

Ancora Bidik Kontrak US$ 45 Juta

Ancora Bidik Kontrak US$ 45 Juta

JAKARTA – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), melalui anak usahanya PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), membidik kontrak senilai US$ 45 juta dari dua tambang batubara yang terletak di Kalimatan Timur dan Selatan. Kontrak yang dibidik tersebut merupakan pengadaan bahan peledak ammonium nitrat dan berdurasi selama tiga tahun.

Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Dharma Djojonegoro mengatakan dengan kontrak tersebut perseroan akan menyuplai kedua tambang tersebut sebanyak 24 ribu ton ammonium nitrat per tahun. Ia menambahkan saat ini kontrak tersebut masih dalam proses tender. “Pesaing kami adalah enam perusahaan yang bergerak dibidang ini. Namun, yang menjadi produsen dalam negeri hanyalah kami. Selebihnya mengandalkan ammonium nitrat impor,” ungkap Dharma usai Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (20/6).

Dharma menjelaskan jika mendapatkan kontrak tersebut, perseroan akan mulai mensuplai pada tahun depan. Ia mengatakan kontrak penjualan tersebut untuk guna memenuhi target volume penjualan perseroan pada tahun ini sebesar 180 ribu ton. Hal ini, lanjut dia, seiring dengan penambahan jumlah produksi dari pabrik MNK II sebesar 100 ribu ton yang akan mulai beropreasi pada Agustus mendatang. Sedangkan saat ini perseroan masih menghasilkan 40 ribu ton dari pabrik MNK I. “Nantinya, kami akan impor kekuarang dari produksi sebesar 40 ribu ton,” ucap Dharma.

Lebih lanjut Dharma menjelaskan, kontrak tersebut nantinya akan menjadi kontrak pertama MNK. Sebab, lanjut dia, selama ini penjualan Ammonium Nitrat melalui pasar (on spot). Menurut Dharma, penjualan on spot dipilih karena sebelumnya perseroan lebih banyak melakukan impor dalam pengadaaan suplai. “Dulu kami tidak berani dengan kontrak karena tidak yakin dengan suplainya. Tapi dengan adanya pabrik MNK baru tersebut, kami akan mulai mengubah pola penjualan on spot dengan kontrak. Dengan harapan tahun ini penjualan on spot hanya memiliki porsi sebesar 20%,” tegas Dharma.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Ancora Indonesia Resources, Aulia Omar mengatakan saat ini perseroan tengah melakukan pembicaraan dengan tiga institusi pendanaan untuk mendapatkan pinjaman sebesar US$ 20-30 juta. Pinjaman tersebut digunakan untuk mengambil alih kepemilikan tambang batu bara di Kalimantan Timur, yaitu Raja Kutai Bumi Makmur. Hal ini menyusul pembatalan rencana perseroan dalam menggelar rigths issue. Ia menambahkan dari ketiga itu, perseroan akan memilih satu institusi pendanaan yang memiliki bunga kompetitif sekitar 7-11% dengan jangka waktu 3-5 tahun. 

Sementara itu, Aulia menjelaskan perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2010 sebesar Rp 1,8 miliar atau setara Rp 1,02 per saham. Jumlah tersebut merupakan 10% dari laba bersih yang dicatatkan perseroan pada 2010 sebesar Rp 18,6 miliar. Aulia menjelaskan pembayaran dividen tersebut akan dilakukan pada September mendatang. Alulia menambahkan sisa dari laba bersih perseroan akan digunakan untuk membiayai capex tahun ini sebesar US$ 30 juta. “capex kami tahun ini dialokasikan untuk pembangunan pabrik MNK II yang akan selesai pada Agustus 2011,” tandas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar