Multistrada Ekspansi US$ 500 Juta
JAKARTA – PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) siap ekspansi sebesar US$ 300-500 juta selama tiga tahun mendatang mulai 2012. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi lini ban mobil dan truk, serta motor.
President Director Multistrada Arah Sarana Pieter Tanuri menjelaskan dengan dana tersebut produksi ban mobil dan truk akan mencapai 45 ribu ban per hari pada akhir 2015. Jumlah tersebut meningkat 57,8% dibandingkan produksi pada akhir 2011 sebanyak 28.500 ban per hari. Sedangkan untuk ban motor, lanjut dia, akan meningkat 150% menjadi 40 ribu ban per hari dari sebelumnya hanya sebanyak 16 ribu ban per hari.
“Dengan ekspansi tersebut, tiga tahun mendatang kami akan masuk dalam jajaran top 30 produsen ban dunia,” ungkap Pieter di sela paparan publik di Jakarta, Rabu (22/6).
Pieter menambahkan dana ekspansi tersebut akan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Namun, ia mengaku masih belum dapat menentukan porsi dari opsi pendanaan tersebut. Sebab, lanjut dia, hingga saat ini pihaknya belum memutuskan untuk pinjaman tersebut dan masih dalam tahap negosiasi dengan beberapa bank. Salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Meskipun demikian, Pieter mengatakan perseroan telah menyiapkan penjaminan aset berupa mesin dan tanah senilai US$ 300-500 juta. Hal ini mengingat dalam industri ban jaminan menggunakan perbandingan 1:1 dengan jumlah dana yang dibutuhkan dalam ekspansi. “Penjaminan aset ini sudah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Porsi pinjaman kami masih sangat besar. Sebab, saat ini Debt Equity Ratio (DER) kami masih dibawah 1 kali,” jelas Pieter.
Untuk mengamankan pasokan ban, Pieter berencana mengakuisisi lahan karet sekitar 30-50 ribu hektar. Saat ini, lanjut dia, tengah dalam tahap finalisasi dan diperkirakan dieksekusi dalam hitungan bulan mendatang. Dalam mempersiapkan penggarapan lahan karet tersebut, Pieter mengatakan perseroan telah membentuk anak usaha PT Multistrada Agro Internasional. Menurut dia, akusisi lahan perkebunan karet untuk mengamankan pasokan. Sebab, lanjut dia, harga karet dalam beberapa bulan terakhir selalu menguat.
Lebih lanjut Pieter menjelaskan dalam pengembangan lahan karet tersebut membutuhkan dana sebesar US$5.000-US$7.000 per hektar. Melihat investasi yang sangat besar tersebut, Pieter tengah mempertimbangkan opsi untuk mencari partner atau lebih memilih pendanaan utang lainnya. “Dalam pertimbangan ini, kami menunjuk HSBC sebagai penasehat keuangan. Rencananya, bulan depan sudah bisa mendapatkan hasil dari pertimbangan tersebut,” jelas dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Multistrada Arah Sarana J Sukarman menjelaskan perseroan membagikan dividen untuk pembagian dividen untuk tahun buku 2010 sebesar Rp 1 per saham atau senilai Rp 6,1 miliar. Jumlah tersebut merupakan 4% dari total laba bersih perseroan pada 2010 sebanyak Rp 176 miliar. Rencananya, pembayaran dividen tersebut akan dilakukan pada 25 Juli 2011. “Pembagian dividen ini telah disetujui oeleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (22/6),” papar Sukarman.
Sementara itu, Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan perseroan harus memperhatikan sumber pendanaan daalm ekspansi tersebut. Sebab, lanjut dia, perseroan harus bisa menurunkan biaya produksi demi mengimbangi kenaikan harga bahan baku. Hal ini terlihat dengan lebih tingginya pertumbuhan beban penjualan dan kewajiban dibandingkan pendapatan pada 2010. Jika penjualan 2010 18%, sedangkan beban penjualan naiknya 19% dan kewajiban 30,94%.
“Hal ini berati kewajiban naik melebihi kenaikan pendapatan. Untuk itu, langkah perseroan untuk mengakuisisi lahan karet sangat tepat. Sebab, langkah tersebut dapat nmengefisienkan dan menekan beban pokok produksi perseroan,” tandas Reza. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar