JAKARTA – PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) siap investasi sebanyak US$ 25 juta pada 2011. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pada mesin spining perseroan sebanyak 7-8% menjadi 3.200 ton per tahun. Sebab, saat ini kapasitas produksi perseroan sudah mencapai 100%.
Sekretaris Perusahaan Indorama Synthetics VS Baldwa mengatakan peningkatan kapasitas produksi tersebut dengan menggantikan mesin lama mereka. Ia menambahkan sumber pendanaan investasi tersebut berasal dari kas internal perseroan. “Sebab, saat ini kas perseroan sangat kuat,” ungkap dia usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (28/6).
Baldwa menambahkan peningkatan investasi tersebut utnuk mengimbangi pertumbuhan konsumsi polyester dunia, yaitu 7-8%. Hal ini mengingat perseroan melakukan ekspor ke 80 negara. Bahkan, lanjut dia, kontribusi ekspor terhadap pendapatan perseroan mencapai 55-60%. “Sedangkan sisanya berasal dari penjualan domestik,” jelas Baldwa.
Lebih lanjut Baldwa menambahkan perseroan belum bisa menargetkan laba bersih pada 2011. Sebab, lanjut dia, saat ini harga bahan baku selalu berfluktuasi sehingga volatilitas harga penjualan sangat tinggi pada tahun ini. Meskipun demikian, ia memprediksi laba 2010 akan lebih baik dibandingkan 2011. “Hal tersebut karena harga penjualan kami selalu berubah-ubah mengikuti pergerakan harga bahan baku,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Baldwa mengatakan perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2010 sebesar Rp 85 per saham atau sekitar US$ 6,5 miliar. Jumlah tersebut, lanjut dia, merupakan 25% dari laba bersih 2010 sebanyak US$ 25,9 juta. Rencananya, pembagian divdien tersebut dilakukan pada 5 Agustus 2011. Sedangkan sisanya, lanjut dia, akan menjadi laba ditahan. “Hal ini sudah sesuai dengan kebijakan perseoan dan telah disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPST,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar