Minggu, 26 Juni 2011

Exploitasi Energi Cari Utang Rp 200 M



JAKARTA – PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) mencari tambahan utang sebesar Rp 200 miliar pada semester II 2011. Hal ini karena perseroan pada tahun ini membutuhkan utang Rp 400 miliar untuk membiayai 70% belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar. Sebelumnya, perseroan baru mendapatkan utang sebesar Rp 200 miliar dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BBII) pada Februari lalu.

Direktur Keuangan Exploitasi Energi Jansen Surbakti mengatakan capex tersebut meningkat dari rencana semula yang hanya Rp 300 miliar. Pada awalnya, capex tersebut dialokasikan untuk tahap akhir Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Serta melanjutkan pembangunan di Rengat dan Tembilahan (Riau). Kedua PLTU tersebut, lanjut dia, ditargetkan selesai pada 2012. Namun, ia menambahkan capex tersebut meningkat seiring dengan realisasi kontrak baru dari PLN.

“Dlama kontrak tersebut kami akan menyuplai batubara sebanyak 1,5 juta ton pertahun. Kontrak tersebut mulai dilaksanakan tahun ini dan berakhir pada 2016,” ungkap Jansen usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (24/6).

Jansen menjelaskan sebagai perusahaan trading, realisasi kontrak tersebut membutuhkan modal untuk down payment (DP) kepada produsen batubara. Untuk itu, lanjut dia, perseroan berencana mencari utang dari pinjaman bank dengan menjaminkan dua kontrak mereka. Ia mengatakan saat ini perseroan sudah memiliki lima kontrak dengan beberapa perusahaan, termasuk dengan PLN dan juga Indonesia Power. Dengan lima kontrak tersebut, lanjut dia, perseroan menyuplai bartubara sebanyak 2,9 juta pertahun.   

Sedangkan untuk sisa pendanaan capex tahun ini, Jansen menjelaskan berasal dari kas internal perseroan. Oleh karena itu, lanjut dia, perseroan tahun ini tidak membagikan dividen dan menjadikan laba sebesar Rp 70,7 miliar sebagai tambahan kas perseroan dalam mendukung capex tahun ini.  “Hal ini sudah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPST tersebut. Semua itu demi mengembangkan dan menyelesaikan proyek-proyek perseroan di masa mendatang,” jelas dia.

Lebih lanjut Jansen memaparkan dengan berbagai proyek dan kontrak yang digarap tahun ini, perseroan optimistis akan mampu mencatatkan pendapatan sebanyak Rp 1 triliun. Jumlah tersebut, lanjut dia, meningkat 30% dibandingkan 2010 yang hanya mencatatkan Rp 762 miliar. Sedangkan untuk laba perseroan, Jansen menargetkan akan mampu meningkat sebesar 30% diibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp 70,7 miliar. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar