Jumat, 24 Juni 2011

Nusantara Infrastructure Investasi US$ 250 Juta

Garap Pelabuhan dan Transportasi
Nusantara Infrastructure Investasi US$ 250 Juta

JAKARTA – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) siap investasi sebesar US$ 250 juta pada tahun ini. Investasi tersebut dialokasikan untuk divisi baru perseroan yang menggarap sektor transportasi dan pelabuhan. Hal ini seiring dengan target perseroan untuk menjadi perusahaan investasi infrastruktur disamping jalan tol. 

Direktur Utama Muhammad Ramdani Basri menjelaskan saat ini perseroan tengah fokus pada pengembangan pelabuhan dan transportasi. Sebab, lanjut dia, peluang di sektor ini sangt besar seiring dengan kapasitas pelabuhan laut di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara tertangga lainnya. Sebagai langkah awal, ia mengatakan perseroan akan mem,bentuk divisi baru, yaitu divisi pelabuhan dan transportasi.

“Kami perkirakan divisi baru ini akan terbentuk pada tahun ini. Sedangkan empat anak perusahaan kami yang saat ini bergelut di jalan ton akan menjadi satu dibawah divisi jalan tol,” ungkap Ramdani sela paparan publik di Jakarta, Jumat (24/6).

Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan menambahkan sebagai langkah awal dalam waktu dekat perseroan akan mengakuisisi sebuah pelabuhan. Menurut dia, pelabuhan tersebut sudah beroperasi saat ini. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nilai akuisisi dan menyebutkan lokasi tersebut. Ia hanya menyebutkan lokasi akuisisi tersebut terletak di Sumatera atau Sulawesi.

“Kami menargetkan akuisisi tersebut akan selesai pada September mendatang. Nantinya, pelabuhan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan konsolidasi perseroan,” jelas Danni.

Danni menambahkan perseroan masih mempertimbangkan beberapa opsi sumber pendanaan investasi tersebut. Diantaranya adalah setoran dari pemegang saham, kas internal, pinjaman perbankan, maupun mencari mitra

strategis. Menurut dia, saat ini kas internal perusahaan masih sangat kuat untuk mampu dalam menopang investasi tersebut. Ia menambahkan opsi pinjaman juga masih terbuka lebar. Sebab, lanjut dia, saat ini debt equity ratio (DER) masih berada di bawah satu kali. 

“Kami masih terbuka untuk meminjam hingga dua kali lagi. Sebab, saat ini rata-rata industri dalam sektor infrastruktur adalah 2-3 kali,” jelas Danni.

Lebih lanjut Danni menjelaskan dengan adanya tambahan akuisisi yang dilakukan dalam waktu dekat tersebut, aset perseroan akan meningkat sebesar 105,2% pada akhir tahun mendatang. Jika akhir tahun lalu nilai aset perseroan sebesar Rp 1,9 triliun, pada akhir 2011 akan menjadi Rp 3,9 triliun.
 
Direktur Nusantara Infrastucture Bernadus Djonoputro menambahkan selain pelabuhan dan transportasi, perseroan juga tengah menggarap divisi air. Saat ini, lanjut dia, perseroan tengah menanti hasil prakualifikasi dari proyek air minum Umbulan, Jawa Timur bernilai Rp 1,8 triliun. Ia menjelaskan pengumuman prakualifikasi

  proyek tersebut baru akan dilaksanakan pada 30 Juni mendatang. Dalam menggarapa proyek tersebut Nusantara Infrastruktur menggandeng PT Wijaya Karya dan perusahaan pengolaan asal Bahrain, Moya Holding. “Namun, untuk membentuk divisi ini kami masih belum dapat menentukan nilai investasi yang dibutuhkan,” tandas dia. (

iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar