JAKARTA – PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) dan PT Serasi Autoraya (Sera) menaikan nilai obligasi yang mereka terbitkan tahun ini menjadi Rp 2,1 triliun. Untuk TAFS, meningkatkan sebanyak 60% dari target semula menjadi Rp 1,2 triliun. Sednagkan Sera hanya menjadi Rp 900 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 800 miliar.
Sekretaris Perusahaan TASF Cokro Vera mengatakan obligasi tersebut terdiri dari tiga seri. Obligasi seri A senilai Rp 595 miliar berjangka waktu satu tahun dengan suku bunga 7,85%. Sementara seri B sebesar Rp 121 miliar dengan kupon 9% berjangka waktu dua tahun. Sedangkan untuk obligasi seri C dengan nilai Rp 484 miliar, suku bunganya ditetapkan 9,5% dan akan jatuh tempo dalam waktu tiga tahun.
Cokro menjelaskan peningkatan tersebut dikarenakan respon dari investor sangat tinggi terhadap obligasi yang pertama mereka keluarkan tersebut. “Permintan obligasi tersebut lebih dari Rp 1,2 triliun. Namun, kami akhirnya memutuskan untuk meningkatkan nilai tersebut,” ungkap Cokro kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (27/6).
Sebelumnya, Direktur TAFS Kurnadi Tandudjaja menjelaskan hasil obligasi tersebut akan dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor bermerek Toyota dalam pengembangan usaha perseroan. Untuk itu, tambah Kurnadi, perseroan membidik pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 7,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat 16,4% dibandingkan tahun lalau sebesar Rp 6,7 triliun.
“Tahun lalu kami berhasil membiayai 46.500 ribu unit,” papar Kurnadi.
Dalam penerbitan obligasi tersebut, perseroan telah menunjuk PT Trimegah Securities Tbk, PT HSBC Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sementara untuk wali amanat dipercayakan kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Astra Finance akan menggelar masa penawaran pada 28,30 Juni-1,4 Juli 2011. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2011.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Sera Yudas Tadeus menjelaskan peningkatan jumlah nilai obligasi tersebut dilakukan setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 24 Juni. Obligasi tersebut, lanjut dia, terbagi menjadi tiga seri. Obligasi seri A senilai Rp 245 miliar berjangka waktu satu tahun dengan suku bunga 7,9%. Sementara seri B sebesar Rp 185 miliar dengan kupon 9,1% berjangka waktu dua tahun.Sedangkan untuk obligasi seri C dengan nilai Rp 470 miliar, suku bunganya ditetapkan 10,2% dan akan jatuh tempo dalam waktu empat tahun.
Sebagai penjamin pelaksana emisi (underwritter), perseroan telah menunjuk PT Victoria Sekuritas, PT OSK Nusadana Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities. Obligasi ini mendapat peringkat Single A Plus dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia(Pefindo).
Sebagai penjamin pelaksana emisi (underwritter), perseroan telah menunjuk PT Victoria Sekuritas, PT OSK Nusadana Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities. Obligasi ini mendapat peringkat Single A Plus dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia(Pefindo).
Presiden Direktur Serasi Autoraya Pongki Pamungkas mengatakan, penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk pembelian sekitar 4 ribu unit kendaraan dengan jenis MPV (multi propose vehicle), pick up. Boks, truk, dan bus untuk disewakan yang merupakan kegitan usaha utama perseroan. Namun, lanjut dia, yang akan paling banyak alokasinya adalah mobil yang paling banyak diminati, salah satunya dalah Innova.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar