Kamis, 30 Juni 2011

Medco Galang Dana US$ 500 Juta


JAKARTA – PT Medco Energy International Tbk (MEDC) menggalang dana melalui fasiltas pinjaman sebesar US$ 500 juta pada tahun ini. Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan korporasi perseroan pada 2011 dan 2012.

Direktur Keuangan Medco Energy Syamsurizal Munaf enggan untuk menjelaskan jumlah kebutuhan pembiayaan korporasi pada 2011 dan 2011. Ia hanya mengatakan saat ini perseroan baru mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 400 juta. Jumlah tersebut, lanjut dia, termasuk dari fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar US$ juta. Fasilitas pinjaman tersebut akan tersedia selama 24 bulan setelah penandatangan. Dengan 140 jangka waktu pelunasan lima tahun sejak fasilitas pinjaman tersebut dicairkan oleh perseroan.

“Dengan demikian, kami perkirakan dalam waktu dekat akan ada lagi fasilitas serupa dari bank lainnya,” ungkap Syamsurizal kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Syamsurizal memperkirakan untuk tahun ini perseroan akan mencairkan pinjaman sebesar US$ 50-100juta. Ia menjelaskan pencairan tersebut akan digunakan perusahaan untuk membiayai kembali kewajibannya yang telah dan akan jatuh tempo (refinancing), menurunkan biaya bunga atas kewajiban berjalan. “Serta pendanaan investasi perusahaan di aset-asetnya yang tengah dikembangkan,” lanjut dia.   

Sebelumnya Direktur Utama Medco Energy Lukman Mahfoedz mengatakan perseroan siap investasi US$ 1,2 miliar atau setara Rp 10,3 triliun pada 10 proyek migas. Jumlah tersebut dialokasikan selama 4 tahun ke depan. Kesepuluh proyek adalah Blok Sumatera Tengah dan Selatan, Blok A, Bawean, lapangan gas Senoro, gas lapangan Singa, blok Nunukan, Area 47 Libya, pembangunan pembangkit listrik system combine cycle di Batam, Sarulla Geothermal di Sumatera Utara, proyek pembanguan pabrik etanol di Lampung. 

Selain itu, Syamsurizal Medco juga tengah dalam proses menerbitkan obligasi berjangka dengan denominasi USD. Pada tahun ini, ia mengatakan tahap I sebesar sebanyak US$ 50 juta. Dalam obligasi tahap I tersebut, Medco menawarkan kupon bunga pada kisaran  5,55-6,05%. Saat ini, lanjut dia, proses tersebut sudah ada dalam tahap akhir dan distribusi obligasi diharapkan akan terjadi bulan ini. 
“Dengan serangkaian penggalangan dana yang telah dilakukan, yaitu fasilitas pinjamn dan penerbitan obligasi, seyogyanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan di level korporasi untuk 2011 dan 2012,” tegas dia. 
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo pernah mengatakan fasilitas pinjaman tersebut sangat positif untuk mendukung penggarapan proyek perseroan tahun ini. Terlebih proyek tersebut sangat membutuhkan dana yang sangat besar. Ia menilai secara teknikal harga saham MEDC berpotensi untuk rebound menyentuh level kisaran 2.500-2.800 pada pekan ini. Hal ini, lanjut dia, terlihat semenjak MEDC menembus level 2.050-2.200. “Saat ini sangat menarik untuk mengakumulasikan saham tersebut,” jelas Satrio.

Berdasarkan consensus dari para analis yang dikutip Blomberg menunjukan MEDC secara teknikal menunjukan PER 2011 sebesar 17,6 kali. Soalnya, angka valuasi konsensus diperkirakan akan menembus level 3.444 dalam 12 bulan mendatang. Masih dari hasil consensus tersebut, pendapatan MEDC diperkirakan akan mencapai US$ 805,5 juta pada 2011. Sedangkan laba setelah penyesuasian diprediksi mencapai US$ 40,9 juta. (iin)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar