Selasa, 21 Juni 2011

Goodyear Bagi Dividen Rp 250 Per saham

Goodyear Bagi Dividen Rp 250 Per saham

JAKARTA – PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) membagikan dividen tahun buku 2010 sebesar Rp 10,25 miliar atau setara Rp 250 per saham. Jumlah tersebut merupakan 13,6% dari total laba bersih 2010 sebesar Rp 75 miliar. Rencananya, dividen tersebut akan dibayarkan pada 2 Agustus 2011.

Sekretaris Perusahaan Goodyear Indonesia Agus Setiyanegara mengatakan pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (21/6). Ia menmabahkan meningkat dibandingkan tahun buku 2010 yang hanya sebesar Rp 9,2 miliar atau setara Rp 225 per saham. Kala itu, perseroan hanya mengalokasikan 7,6% dari total laba bersih 2009 sebesar Rp 121,08 miliar.

“Kenaikan dividen ini merupakan komitmen perseroan kepada pemegang saham. Padahal pada tahun buku 2010 perseroan mencatatkan penurunan laba bersih. Meskipun, pada 2010 laba bersih turun 61% dibandingkan 2009,” ungkap Agus usai RUPST di Jakarta, Selasa (21/6).

Agus menambahkan sisa laba sebesar Rp 50 juta dialokasikan sebagai laba cadangan. Sedangkan sisanya, lanjut dia, masih belum ditentukan penggunaannnya. Namun, ia mengatakan perseroan akan menggunakan dana sisa laba bersih 2010 tersebut untuk pembayaran utang perseroan. “Untuk jumlah pembayarannya diperkirakan sebesar US$ 7.500 kepada HSBC. Rencananya, pembayaran akan dilakukan pada akhir semester I mendatang,” jelas dia.

Lebih lanjut Agus mengatakan pada tahun ini perseroan menargetkan untuk memproduksi ban sebanyak 12 ribu ban per hari. Sebelumnya, Agus mengatakan perseroan hanya memproduksi 11 ribu ban per hari. Jumlah tersebut, tambah dia, merupakan pemenuhan jumlah kapasitas terpasang perseroan tahun ini. Peningkatan produksi ini dilakukan untuk memenuhi target pertumbuhan kinerja perseroan 2011. Namun, ia enggan untuk menjelaskan target tersebut.

“Hal ini karena perseroan berada dibawah pengendali dari regional. Jadi yang menetapkan target adalah holding dari perusahaan kami. Yang jelas kami optimistis akan terjadi pertumbuhan di tahun ini,” ucap Agus.

Agus menambahkan saat ini perseroan tengah membidik kontrak suplai ban original equipment manufacturing (OEM) dengan salah satu perusahaan mobil dibawah naungan GM. Ia pun optimistis kontrak tersebut akan didapatkan oleh perseroan pada tahun ini. Namun, ia menolak untuk menjelaskan potensi nilai kontrak tersebut. Ia mengatakan penjualan OEM ini menambah deretan klien suplai perseroan di pasar lokal. Sebelumnya, perseroan mensuplai ban OEM kepada Hino. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar