Kamis, 15 September 2011

2012, Jasa Marga Kaji Terbitkan Obligasi Rp 3 T

2012, Jasa Marga Kaji Terbitkan Obligasi Rp 3 T

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mengkaji menerbitkan obligasi pada 2012 mencapai Rp 3 triliun. Rencananya, obligasi tersebut digunakan untuk refinancing pinjaman bank milik ruas tol perseroan yang baru beroperasi tahun ini.

"Saya enggak mau berbicara dulu, takut salah. Kemungkinan bisa saja mencapai jumlah itu. Tapi kita masih harus menganalisa jumlah kebutuhannya dan saat ini tengah membuat rencana kerja 2012. Mungkin Oktober atau November mendatang, kita bisa sudah bisa mengetahuinya," ungkap Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito di Jakarta, belum lama ini.

Frans menambahkan penerbitan obligasi digunakan untuk refinancing pinjaman bank milik ruas tol perseroan yang telah selesai masa pembangunannya dan mulai beroperasi. Sedangkan tahun ini, lanjut dia, ruas tol yang sudah beroperasi adalah Semarang-Ungaran dan Surabaya-Mojokerto seksi I A. Namun, ia enggan untuk menyebutkan jumlah pinjaman bank milik kedua ruas tol tersebut. Ia hanya mengatakan konstruksi ruas tol Semarang-Ungaran telah menghabiskan Rp 1 triliun. "Itu hanya kontrusiknya saja. Angka tepatnya saya lupa," tegas dia.

Menurut Frans, perseroan masih memiliki ruang besar untuk menerbitkan obligasi. Sebab, lanjut dia, saat ini posisi debt to equity ratio (der) perseroan masih 1:1. Hal ini mengingat posisi utang perseroan sebesar Rp 9 triliun, sementara modal lebih diatas Rp 8 triliun. Dengan kondisi tersebut, tambah Frans, keuangan perseroan saat ini sangat kuat. Ia bahkan menegaskan perseroan belum membutuhkan tambahan modal pada saat ini. Untuk itu, lanjuta di, perseroan belum berencana untuk menggelar penawaran saham kembali ke publik hingga mencapai 40%. "Tapi kalau pemegang saham ingin melakukan hal tersebut, kami siaap," papar dia.

Frans bahkan menegaskan dengan kondisi keuangan saat ini, perseroan mampu untuk menambah ruas tol lagi hingga mencapai 150-200 km.  Dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 15-20 triliun. Rencananya, mekanisme penambahan tersebut akan dilakukan melalui akuisisi beberapa ruas tol yang mangkrak, baik trans Jawa maupun tol lingkat di beberapa kota besar. Namun, ia enggan untuk menyebutkan lebih rinci ruas tol yang sedang dibidik dan target pelaksanaan akusisi tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini masih dalam proses pembicaraan. Sebelumnya, Frans pernah menyebutkan ruas tol tersebut adalah tol dalam kota Surabaya, JORR Way II, dan dua ruas tol Trans Jawa.

"Dari seluruh ruas tol tersebut,  baru tol dalam kota Surabaya yang hampir mendekati tahap final akuisisi. Namun, lanjut dia, ruas tersebut masih terkendala dengan rute yang belum ditentukan," ucap Frans.

Pada kesempatan yang sama, Frans mengatakan pada Oktober 2011 perseroan akan mulai membangun ruas tol Serangan-Tanjung Benoa, Bali (11,5km). Dalam pembangunan tersebut, perseroan membentuk konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan BUMN. Sedangkan Jasa Marga memiliki porsi 60% kepemilikan saham, serta PT Pelindo III (20%), PT Angkasa Pura I (10%), PT Wijaya Karya Tbk (5%), PT Hutama Karya (2%), PT Adhi Karya Tbk (2%), serta PT Bali Tourism Development Centre (BUMD milik Pemprov Bali, sebesar 1%). Untuk mendanai pembangunan tersebut, ia mengatakan konsorsium akan mencari pinjaman sebesar 70% dari total investasi yang mencapai Rp 2 triliun, yaitu Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, Frans memperikirakan pada kuartal III pendapatan perseroan optimistis akan naik 10-12% dibadingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun. Dengaan jumlah tersebut, ia pun optimsitsi pada akhir tahun pendapatan perseroan akan menembus Rp 4,8 tiliun. “Kami membidik volume transaksi sebanyak 1 miliar kendaraan pada tahun ini,” tandas dia.(Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar