Rabu, 21 September 2011

AKR Corporindo Siapkan Dana Rp 250 M

Bangun Infrastruktur Tambang Batubara
AKR Corporindo Siapkan Dana Rp 250 M

JAKARTA – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membangun infrastruktur batubara Barito Utara, Kalimantan Tengah mulai 2011. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 250 miliar. Infrastruktur tersebut berupa pembangunan pelabuhan dan jalan tambang, dan sarana penunjang lainnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mendukung produksi tambang batubara milik perseroan pada Juli 2011. Pada tahun ini, tambang tersebut ditargetkan memproduksi 300 ribu ton. Perseroan telah menunjuk PT Karunia Bumi Khatulistiwa sebagai kontraktor penambangan tersebut.

Direktur Keuangan AKR Corporindo V Suresh mengatakan dana tersebut berasal dari kas internal perseroan. Sebab, lanjut dia, posisi kas internal perseroan sangat kuat. Terlebih perseroan mendapatkan dana segar dari rights issue sebesar Rp 530 miliar pada 2010. Pada tahun yang sama, lanjut dia, perseroan juga mendapatkan dana dari dana hasil divestasi PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SAAC) kepada Cargill sebesar Rp 2,2 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, perseroan mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 127% dibandingkan dengan kas dan setara kas yang tercatat pada 31 Desember 2010 sebesar Rp 691 miliar.

Suresh menambahkan infrastruktur tersebut akan selesai pada 2012. Sebab, lanjut dia, perseroan akan mulai menggarap empat tambang batubara lainnya pada tahun mendatang. “Pada tahun mendatang, kami juga akan kembali bekerjasama dengan kontraktor untuk menggarap keempat tambang batubara tersebut,” ungkap Suresh di usai Asia Money Infrastructure Funding Roundtable di Jakarta, Selasa (20/9).  

Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikusumo menambahkan pada bulan depan perseroan akan mulai mengekspor hasil produksi batubara sebanyak 40-50 ribu ton. Menurutnya, ekspor tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan perseroan. “Harganya sesuai ICP, tahun depan produksi diharapkan meningkat. Hal ini karena baru mulai Juli kami mulai berproduksi. Kemungkinan mulai berkontribusi pada 2012-2013,” papar dia.

Pada kesempatan yang sama, Suresh memprediksi akan membagikan dividen sebesar 50-60% dari laba bersih pada tahun buku 2011. Hal tersebut menyusul keberhasilan perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun pada semester II 2011. Padahal, lanjut dia, sejak lima tahun terakhir perseroan hanya membagikan dividen sebesar 30-40% dari laba bersih.

“Tahun ini sangat istimewa. Kami bahkan telah membagikan dividen interim sebanyak dua kali sepanjang tahun ini dengan total sebesar Rp 335,” tandas Suresh. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar