Trada Beli Convertible Bond Awesome Coal
JAKARTA – PT Trada Maritime Tbk (TRAM) akan membeli obligasi konversi (convertible bond) yang akan diterbitkan PT Awesome Coal. Untuk itu, Trada menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan asal Uni emirat Arab, Zakia Limited, pada 6 September 2011.
“MoU tersebut akan ditindaklanjuti dengan perjanjian jual beli convertible bond dan transaksi ini harus disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Luar Biasa Perseroan,” ungkap Direktur Trada Maritime Adrian E Sjamsul dalam keterbukaan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (7/9).
Adrian menjelaskan Zakia Limited adalah perusahaan yang berdiri berdasarkan hokum Uni Emirat Arab. Sementara PT Awesome Coal adalah perusahaan yang berdiri berdasatkan hokum Negara Republik Indonesia yang memiliki kepemilikan 99,99% saham PT Batu Kaya Berkat (BKB). Perusahaan tersebut menguasai 99,89% saham PT Gunung Bara Utama. Sebuah perusahaan yang memiliki izin usaha pertamabangan operasi produksi di tiga wilayah Kalimantan Timur, yaitu Mantar, Damai, dan Kutai Barat.
Sementara itu, Marketing & Corp Comm Manager Asnita Kasmy mengatakan pembelian convertible bond tersebut bertujuan untuk memperkuat rencana dan strategi jasa pelayanan perkapalan perseroan. Salah satunya di segmen bisnis dry bulk (curah kering) yang selama ini banyak melayani muatan produk pertambangan, seperti batubara. Hal tersebut seiring dengan ekspansi yang dilakukan oleh perseroan dengan membeli kapal tipe panamax pada tahun lalu.
“kapal tersebut adalah MV Samudera Bangsa dengan kapasitas 72 ribu DWT seharaga US$ 30 juta,” jelas Asnita.
Namun, Asnita enggan untuk menjelaskan nilai dari convertible bond dan jumlah saham yang dikonversikan tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan mengintegrasikan bisnis curah kering dengan menggarap bisnis batubara melakui langkah akusisi PT Gunung Bara Utama.
Sebelumnya, Adrian pernah mengatakan perseroan tengah mencari pinjaman sebesar US$ 90 juta dari sejumlah bank lokal maupun asing. Perseroan akan menggunakan pinjaman tersebut untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/ capex) perseroan yang mencapai US$ 120 juta. Dana tersebut digunakan untuk enam hingga tujuh armada baru dan juga mengakuisisi perusahaan.
Kala itu, Adrian menjelaskan apabila potensi akuisisi ada, perseroan akan menerbitkan surat utang. Namun, Adrianus belum mau menjelaskan kapan dan besaran obligasi tersebut akan dilaksanakan. Tahun ini, perusahaan melebarkan sayapnya dengan melirik pelayaran internasional karena berpotensi memberikan kontribusi besar kepada perusahaan. “Kami akan tambah dua hingga tiga kapal baru ukuran Handymax dan Panamax yang harganya sekitar US$ 20-30 juta,” jelas Adrian.
Bisnis pelayaran internasional diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap kinerja keuangan perseroan. Sedangkan sisanya masih didukung kegiatan dalam negeri yang bergerak di tiga segmen usaha, yaitu FSO dan jasa lepas pantai, transportasi muatan cair, dan transportasi muatan curah kering.
Tahun ini, perseroan mematok minimal kenaikan pendapatan sebesar 80% dibanding 2010 yang mencapai Rp 405 miliar. Sedangkan untuk laba bersih diharapkan bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat dibanding tahun lalu sebesar Rp 105,9 miliar. “Kami optimis target tersebut tercapai. Hal tersebut terlihat dari kinerja kuartal I-2011 dimana kami membukukan pendapatan Rp 144 miliar meningkat 51% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih naik 88% menjadi Rp 66 miliar,” ujar Adrianus. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar