Kuartal IV 2011
IPO Big Daddy Siap Lepas 35% Saham
JAKARTA – PT Prima Java Kreasi, perusahaan promotor yang dikenal dengan Big Daddy Production, berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal IV 2011. Rencananya, jumlah saham yang akan dilepas ke public adalah 35% dengan membidik dana senilai Rp 300 miliar.
Presiden Direktur Prima Jaya Kreasi Michael Rusli mengatakan dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk ekspansi dan investasi infrastruktur seperti gedung, venue pertunjukan, serta modal kerja perusahaan di tahun mendatang. Menurutnya, perseroan juga telah menunjuk penjamin emisi (underwriter) untuk melaksanakan Ipo tersebut. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nama underwriter tersebut.
“Minggu depan kami baru akan mengumumkan nama underwriter. Namun, yang jelas pada akhir bulan, kami akan melakukan mini expose kepada Bursa Efek Indonesia (BEI),” ungkap Michael kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (12/9).
Michael menambahkan berbagai ekspansi dan investasi yang dilakukan tersebut seiring dengan keberhasilan perusahaan mendapatkan kontrak-kontrak dengan berbagai artis ternama di dunia. Hingga 2012 saja, lanjut dia, perusahaan sudah mengantongi kontrak senilai US$ 12-15 juta. Ia menambahkan jumlah tersebut belum lagi empat kontrak konser yang akan ditandatangani perusahaan dalam waktu dekat.
Bahkan, tambah Michael, beberapa konser diantaranya akan digelar lebih besar dibandingkan dengan Linkin yang akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 21 September mendatang. Untuk itu, ia pun optimistis public akan menyerap saham yang akan ditawarkan perusahaan. Sebab, lanjut dia, 2012 menjadi momentum bagi bisnis promotor. Hal tersebut seiring dengan semakin meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat Indonesia sehingga mendorong kebutuhan terhadap hiburan semakin tinggi.
Hal tersebut, lanjut Micahel, ditambah lagi dengan sudah banyaknya artis dunia yang sudah mulai dating ke Indonesia. Untuk itu, ia pun optimistis di masa mendatang akan jauh lebih banyak artis dunia yang akan dating ke Indonesia. “Kami pun berharap konser Linkin Park ini bisa menjadi show case bahwa Indonesia mampu uintuk menggarap hiburan berskala besar,” papar Michael.
Menurut Michael, melantainya perusahaan promotor di pasar saham sudah banyak terjadi di beberapa belahan dunia. Salah satunya adalah Live Nation Entertaiment di Australia. Untuk itu, ia pun menilai layak apabila perusahaan dibandingkan dengan Live Nation dalam menentukan valuasi perusahaan. “Hal tersebut karena kami memiliki bisnis yang hamper sama, mulai dari promotor, konser hingga penjualan tiket,” papar dia.
Semantara itu, Sekretaris Perusahaan Prima Java Kreasi Hanny Marpaung menjelaskan bisnis promotor tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Ia mencontohkan dalam persiapan menggelar konser Linkin Park, perusahaan bahkan berani mengeluarkan biaya investasi sebesar US$ 4 juta. Investasi tersebut dialikasikan untuk membeli seperangkat sound system keluaran terbaru Adamson Toronto dengan sound level 121 db. Ia menjelaskan sound system seberat 20 ribu kg tersebut dikemas dalam container berukuran 4x40 kaki.
Hanny menjelaskan hingga tahun depan, perusahaan dijadwalkan akan mendatangkan musisi papan atas dunia, seperti Sade, Richard Marx, Elton John, Rod Stewart, dan masih banyak lagi. Tidak hanya konser musik, lanjut dia, perusahaan juga siap menggelar beberapa family shows, seperti Disney Live, Disney On Ice, Monster Jam, dan Phantom of Opera. Ia bahkan menyebutkan selama 2011, perusahaan telah mendatangkan tujuh artis dunia dengan nilai tkontrak sekitar US$ 5 juta.
“Total pendapatan hingga Juli 2011 mencapai Rp24 miliar, meningkat 336% dari periode Desember 2010, dengan laba bersih sekitar Rp5,4 miliar per 31 Juli 2011,” papar Hanny.
Big Daddy adalah perusahaan yang terintegrasi di bidang hiburan, pendidikan, dan komunikasi yang didirikan paad 2009. perusahaan memiliki kontrak eksklusif selama tuiga tahun dengan Feld Entertaiment untuk menyelenggrakan Disney Show di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga telah menangani kontrak dengan klub sepak bola ternama dari Inggris, Liverpool FC, untuk menyelenggarakan sekolah sepak bola berskala internasional di tujuh wilayah Indonesia.(iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar