Kuartal I 2012
Intraco Penta Berencana Terbitkan Obligasi Rp 1,3 T
JAKARTA – PT Intraco Penta Tbk (INTA) berencana untuk menerbitkan obligasi pada kuartal I 2012. Obligasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan anak usaha, PT Intan Baruprana Finance (IBF), untuk pembiayaan alat berat tahun depan yang ditargetkan mencapai Rp 1,3 triliun.
Direktur Keuangan Intraco Penta Fred F Manibog mengatakan peningkatan pembiayaan tersebut seiring dengan tingginya permintaan alat berat pada tahun depan. Hal tersebut berdasarkan pembiayaan yang dicapai IBF pada tahun ini, yaitu sebesar Rp 1 triliun. Bahkan, lanjut dia, hingga akhir September mendatang IBF diperkirakan akan membiayai alat berat sebesar Rp 800 triliun.
“Untuk itu, kami masih menunggu kinerja IBF hingga Desember 2011. Jika perusahaan sesuai dengan yang diharapkan, kami baru akan memproses penerbitan obligasi,” ungkap Fred di Jakarta, Jumat (16/9).
Fred menjelaskan saat ini perseroan tengah mempertimbangkan penerbitan obligasi syariah (Sukuk). Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia hanya mengatakan ekspansi pembiayaan yang dilakukan perseroan pada 2012 akan sangat menentukan jadi tidaknya perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia. Sebab, lanjut dia, peningkatan kinerja tersebut diharapkan mampu menaikan asset perusahaan hingga Rp 2 triliun.
“Sedangkan saat ini asset IBF masih sebesar Rp 1,1 triliun. Hal tersebut sangat kami perhatikan dan tidak ingin sembarangan. Sebab, kami ingin perusahaan tersebut memiliki peforma yang menjanjikan ketika menyandang perusahaan public,” tambah Fred.
Sementara itu, Fred mengatakan hingga akhir Agustus 2011, perseroan telah menjual sebanyak 1000 unit alat perat. Berdasarkan angka tersebut, ia optimistis perseroan akan mampu mencapai target penjualan tahun ini sebnayak 1.293 unit pada November mendatang.
Fokus Sulawesi
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Intraco Penta Petrus Alim mengatakan perseroan akan membangun lima cabang baru di Sulawesi pada 2012. Ia memperkirakan investasi pembangunan cabang tersebut mencapai US$ 15 juta atau setara dengan Rp 129 miliar. Pembangunan cabang tersebut, lanjut dia, dilakukan seiring dengan strategi perseroan untuk focus menggarap peluang di Sulawesi.
Hal tersebut terkait keputusan Volvo yang mengalokasikan wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku sebagai area penjualan dan pelayanan Intraco Penta. Sedangkan untuk wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua akan menjadi area penjualan serta pelayanan anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, PT Indotruck Utama.
Menurut Petrus, pembagian tersebut tidak akan mengganggu penjualan perseroan. Sebab, lanjut dia, ketiga pulau tersebut menyumbang 90% penjualan perseroan selama ini. Untuk itu, lanjut dia, perseroan optimistis akan tetap mampu meningkatkan akan focus menggarap wilayah yang masih berpeluang besar untuk aplikasi alat berat Volvo, seperti di Sulawesi.
“Kami akan membuka lima cabang pada 2012 dengan investasi minimal US$ 3 juta per cabang,” ucap Petrus.
Petrus menjelaskan sumber dana pembukaan cabang tersebut akan berasal dari kas internal. Namun, ia enggan untuk menyebutkan wilayah yang akan menjadi lokasi cabang tersebut. Ia hanya mengatakan pembukaan tersebut, perseroan memiliki total tujuh cabang di Sulawesi. Sebelumnya, perseroan telah memiliki cabang di Makasar dan Manado. Dengan demikian, lanjut dia, perseroan memiliki tujuh cabang di Sulawesi.
Menurut Petrus, Sulawesi memliki karakteristik pertambangan yang berbeda dengan Kalimantan. “Sebab, di wilayah tersebut pertambangan mineral lebih banyak dibandingkan batubara. Salah satunya adalah pertambangan nikel. Hal tersebut sangat sesuai dengan aplikasi Volvo,”tandas Petrus. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar