Kamis, 15 September 2011

Bakrie Toll Road Konstruksi Dua Tol Kuartal II 2012

Kenalkan Struktur Fully Turn Key
Bakrie Toll Road Konstruksi Dua Tol Kuartal II 2012

JAKARTA – PT Bakrie Toll Road (BTR), anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), akan memulai konstruksi fisik dua proyek ruas tol pada Kuartal II 2012. kedua proyek tersebut adalah Ciawi-Lido (11 km) dan Pejagan-Pemalang Seksi I (14 km).

Direktur Utama Bakrieland Development Hiramsyah mengatakan kedua ruas tol tersebut sudah dalam tahap akhir pembebasan lahan. Sebab, lanjut dia, keduanya sudah mencapai 95% dan diperkirakan akan selesai pada Januari-Februari 2012. “Dengan demikian, kami harapkan konstruksi bisa dimulai pada Maret-April 2012. Kami menilai bulan tersebut sangat tepat untuk pembangunan karena sudah tidak berada di musim hujan,” ungkap Hiramsyah di Jakarta, Jumat (9/9).

Untuk Ciawi-Lido, Hiramsyah mengatakan perseroan akan mencairkan pinjaman sindikasi sebesar Rp 1 triliun untuk mendanai pembangunan tersebut. Pinjaman sindikasi tersebut dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang didapatkan perseroan pada tahun lalu. Namun, lanjut dia, struktur pinjaman  tersebut telah mengalami perubahan menjadi Fully Turn Key.

Hiramsyah menjelaskan dengan struktur tersebut pada tahap awal  pencairan pinjaman bukan ditujukan kepada perseroan, melainkan langsung dilakukan kepada kontraktor. “Nanti pada saat ruas tolnya sudah beroperasi, pinjaman tersebut baru akan diserah terimakan kepada BTR. Ini merupakan sebuah terobosan baru dalam pembangunan ruas jalan tol,” papar Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, struktur tersebut dapat mempercepat pembangunan ruas tol tersebut. Sebab, lanjut dia, dapat mencegah adanya resiko penggunaan dana untuk hal lain. Untuk itu, ia menilai struktur ini akan memberikan manfaat kepada seluruh pihak dalam pembangunan ruas tol tersebut.”Kami optimistis pembangunan ruas tol ini akan jauh lebih cepat dengan emngadopsi struktur tersebut,” papar dia.

Sementara untuk Pejagan-Pemalang, Hiramsyah menjelaskan pembebasan lahan seksi I sudah mencapai 95%. Namun, ia berharap pembangunan Pejagan-Pemalang dapat diriringi dengan mulainya kontruksi Cikampek-Palimanan. Sebab, lanjut dia, selama ini jalur Cikampek-Palimanan menjadi bottle neck dalam ruas pantura. Padahal, lanjut dia, seharusnya Dikampek-Palimanan menjadi yang pertama dibangun.

“Namun hingga saat ini penandatanganan PPJT saja belum dilakukan. Seharusnya pemerintah mendesak hal ini. Karena jika ruas tol terpotong-potong akan tidak bagus jadinya,” tandas Hiramsyah. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar