Rabu, 21 September 2011

Ancora Siapkan Dana Akuisisi US$ 30 Juta

Ancora Siapkan Dana Akuisisi US$ 30 Juta

Jakarta - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OCAS) menyiapkan dana untuk mengakuisisi dua tambang batubara sebesar US$ 30 juta. Dana tersebut berasal dari pinjaman bank. Rencananya, perseroan akan mengakuisisi tambang berlokasi ada di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan pada akhir tahun mendatang.

Direktur Utama Ancora Resources Indonesia Dharma Djojonegoro menjelaskan hingga saat ini perseroan masih mencari pinjaman tersebut. Meskipun demikian, ia optimistis perseroan akan mendapatkan pinjaman tersebut sebelum akhir tahun. Sebelumnya, perseroan telah mendapatkan komitmen fasilitas kredit dari bank asing sebesar US$ 25 juta. Pinjaman tersebut sebagian besar digunakan untuk membiayai akuisisi dan investasi tambang batubara PT Raja Kutai Bumi Makmur (RKBM).

Menurut Dharma, tambang bartibara yang akan meteka akusisi memiliki cadangan sebesar 10-30 juta ton. “Tambang tersebut berada di level early stage. Jadi, tambangnya sudah bukan green field lagi, melainkan sudah sampai di tahap eksplorasi,” ungkap Dharma di Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, Dharma mengatakan akuisisi merupakan salah satu jalan agar perseroan dapat mencapai nilai kapitalisasi pasar saham senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9 triliun dalam lima tahun mendatang. “Dalam lima tahun mendatang, setidaknya kami mampu menguasai tambang batubara dengan produksi sebesar 10 juta ton pertahun. Untuk itu, dalam waktu dekat perseroan akan membentuk anak perusahaan yangbergerak pertambangan setelah berhasil akusisi RKBM,” papar Dharma.

Pada kesempatan yang sama, Dharma memprediksi pada kuartal III-2011 pendapatan perseroan akan mengalami penurunan. Hal tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan molornya pembangunan pabrik Multi Nitrotama Kimia (MNK) II di Cikampek. Padahal sebelumnya, perseroan memperkirakan MNK II selesai pada Juni-Juli. “Kami memperkirakan pembangunan pabrik tersebut akan selesai pada Oktober mendatang. Keterlambatan ini membuat beban operasional meningkat dan menggerus pendapatan perseroan,” papar dia.

Meskipun demikian, Dharma optimistis perseroan akan kembali mencetak pertumbuhan pada kuartal IV 2011. Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan keberhasilan anak usaha perseroan mendapatkan kontrak pengadaan bahan peledak ammonium nitrat dari Adaro senilai US$ 45 juta dengan durasi kontrak tiga tahun. Sebab, lanjut dia, dengan kontrak tersebut membuat penyerapan produksi MNK menjadi 100%.

Selain itu, lanjut Dharma, anak usaha mereka PT Bormindo Nusantara tengah membidik tiga kontrak dari sebuah perusahaan asing dan dua perusahaan local. Ia menyebutkan potensi kontrak tersebut sebesar US$ 1-5 juta per tahun. “Katiganya menawarkan durasi kontrak yang berbeda. Ada yang jangka pendek dan juga panjang,” tandas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar