Kamis, 15 September 2011

Kuartal III 2011, Laba Exploitasi Energi Tembus Rp 55 M

Kuartal III 2011, Laba Exploitasi Energi Tembus Rp 55 M

JAKARTA - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) diprediksi akan mencetak laba bersih sebesar Rp 50-55 miliar hingga kuartal III 2011. Laba bersih tersebut naik 17,8-29,5% dibandingkan dengan periode yang samaa pada tahun lalu sebesar Rp 42,44 miliar.

Direktur Keuangan Exploitasi Energi Jansen Surbakti mengatakan peningkatan laba bersih tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah penjualan ekspor pada tahun ini. Selain itu, lanjut dia, peningkatan tersebut juga ditopang oleh kontrak baru dari PLN sebanyak 1,5 juta ton pertahun. Dengan demikian, ia menjelaskan perseroan sudah memiliki lima kontrak dengan menyuplai bartubara sebanyak 2,9 juta pertahun.

"Kontrak baru dari PLN tersebut mulai dilaksanakan tahun ini dan berakhir pada 2016. Kami pun optimistis akan mampu mencapai target laba bersih tahun ini," ungkap Jansen kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (8/9).

Sebelumnya, Jansen mengatakan perseroan akan mampu mencetakan laba bersih sebesar Rp 90 miliar pada akhir tahun mendatang. Jumlah tersebut meningkat 30% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 70 miliar. Sedangkan pendapatan, ia optimistis mampu menembus Rp 1 triliun. Jumlah tersebut, lanjut dia, meningkat 30% dibandingkan 2010 yang hanya mencatatkan Rp 762 miliar.

Pada kesempatan yang samaa, Jansen memperkirakan perseroan akan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 200 miliar pada September 2011. Namun, ia enggan untuk menyebutkan bank yang akan memberikan pinjaman tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan beberapa bank.

Menurut Jansen, utang tersebut dialokasikan untuk membiayai belanja modal tahun ini sebesar (capital expenditure/capex) sebesar Rp 600 miliar. Capex tersebut  dialokasikan untuk tahap akhir Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Serta melanjutkan pembangunan di Rengat dan Tembilahan (Riau). Ditambah, lanjut dia, modal untuk down payment (DP) kepada produsen batubara.

Jansen membantah kabar yang menyebutkan bahwa ada investor asal India yang membeli saham perusahaan bergerak di bidang trading tersebut. Menurutnya, hingga saat ini perseroan tidak memiliki rencana untuk menjual saham. Namun, lanjut dia, perseroan tidak mengetahui apabila investor India tersebut melakukan pembelian saham di pasar.

"Sebagai perusahaan terbuka, membeli saham di pasar sudah sangat lazim. Tapi kamu tidak mengetahui hal tersbut," tandas dia. (Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar