Kamis, 15 September 2011

Indika Siap Refloat Petrosea September 2011

Indika Siap Refloat Petrosea September 2011

JAKARTA - PT Indika Energy Tbk (INDY) siap berencana melepas kembali saham (refloat) PT Petrosea Tbk (PTOR) pada September 2011. Hal tersebut diperkirakan sesuai dengan peraturan batas waktu dalam pelaksanaan refloat, yaitu maksimal dua tahun setelah tender offer.

Sebagai pengingat, Indika melaksanakan tender offer sebesar 16,6% saham Petrosea pada September 2009. Kala itu, tender offer dilakukan di harga Rp 10.402 per saham. Tender offer tersebut dilakukan karena pada Februari 2009 Indika menguasai 81,95% saham Petrosea dari Clough International Singapore. Dengan demikian, saat ini Indika telah menguasai 98,55% saham Petrosea.

“Saat ini, tingkat manajemen kami masih membahas mengenai jumlah persis dan tata cara refloat. Yang jelas, kami akan refloat sesuai dengan jumlah saham di dapat pada saat tender offer dua tahun lalu, yaitu 16,6%,” ungkap Sr Manager External Communications Indika Energy Imelda Triana di sela media gathering di Jakarta, Selasa (23/8).

Imelda menjelaskan Citi Group akan menjadi penjamin emisi (underwriter) dalam aksi korporasi tersebut. Ia menambahkan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memngembangkan usaha Petrosea. Sebab, lanjut dia, rencananya Petrosea hanya akan berfokus pada EPC di batubara pada masa mendatang. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai dana yang dibutuhkan dalam rencana tersebut. 

Sebelumnya, Direktur Indika Wisnu Wardhana mengatakan perseroan akan refloat  saham Petrosea sampai 30%. Kala itu, ia mengatakan refloat lebih dari tender offer dilakukan agar saham Petrosea menjadi lebih likuid di pasar. Wisnu bahkan pernah mengatakan perseroan juga berencana melakukan pemecahan nilai saham Petrosea dengan rasio 1:10. Hal tersebut mengingat harga saham Petrosea sudah sangat tinggi.

Berdasarkan perdagangan Selasa (23/8), PTRO ditutup stagnan di level 35.000. Saham tersebut tidak diperdagangakan sejak 18 Agustus 2011. Terakhir, PTRO di perdagangkan pada 16 Agustus 2011 di harga 35.000 dengan volume sebanyak 500 lembar atau setara dengan Rp 17,5 juta.

CEP Siap Produksi

Pada kesempatan yang sama, Imelda menjelaskan PT Cirebon Electric Power (CEP) akan memulai produksi komersial PLTU Cirebon pada Kuartal I 2012. PLTU tersebut berkapasitas 1x660 MW. Dengan demikian, lanjut dia, perjanjian suplai listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama 30 tahun dengan harga US$0,044/kwh mulai berjalan. Ia memperkirakan uji coba akan dilaksanakan selama Oktober-November mendatang.

“Saat ini konstruksi akan sudah mencapai penyelesaian final. Namun, kami optimistis penjualan komersial akan bisa dilakukan pada Kuartal I 2012,” papar Imelda.

Dalamproyek bernilai US$ 850 juta tersebut, lanjut Imelda, Indika hanya memiliki porsi saham 20%. Sedangkan sisanya dikuasai oleh partner mereka asal Jepang dan Korea Selatan, yaitu Marubeni Corp 32,5%, Komipo Co 27,5%, Samtan Co 20%. Dengan demikian, lanjut dia, pendapatan dari PLTU tersebut tidak dapat dikonsolidasikan dengan Indika. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar