Capitalinc Jual Saham jalan Tol Ke Bakrie
JAKARTA – PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), unit usaha Grup Recapital, menjual 25% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways kepada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Dengan demikian, Bakrie & Brothers melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia, bakal menguasai 100% saham ruas tol Cimanggis-Cibitung dari saat ini 75%.
“Penjualan tersebut telah tertuang dalam perjanjian jual-beli (Sale Purchase Agreement/SPA) yang diteken pada Agustus 2011. Diperkirakan proses penyelesaian penjualan secara administrasi dan legal akan terjadi pada akhir September mendatang,” ungkap Direktur Utama Bakrie Brothers Bobby Gofur Umar di Jakarta, Selasa (13/9).
PT Cimanggis-Cibitung Tollways merupakan perusahaan pemegang konsesi jalan tol Cimanggis-Cibitung (25,39 km). Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan investasi sebesar Rp 4,5 triliun. Sebelumnya, Bakrie Brothers menguasai 75% berkat akuisisi saham milik CC Tollways (CCT) sebesar 60%. CCT sendiri di dimiliki PLUS Expressways Bhd, investor jalan tol yang tercatat di Bursa Malaysia.
Bobby menambahkan pengambilalihan kepemilikan saham di perusahaan tersebut berdasarkan persetujuan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada tahun lalu. Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan dengan pertimbangan untuk mempercepat proyek. Namun, Bobby enggan untuk menyebutkan nilai akuisisi tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan telah menyiapkan uang muka pembebasan lahan dan jaminan pelaksanaan senilai Rp 100 miliar. Dengan rincian uang muka sebesar Rp 46,7 miliar, jaminan pelaksanaan kerja Rp 32 miliar, dan sisanya untuk modal kerja.
“Pembebasan lahan proyek ini akan dimulai pada kuartal III 2011 sampai kuartal II 2013. Setelah itu, kami akan mulai kontruksi. Diharapkan konstruksi keempat seksi ruas tol Cimanggis-Cibitung dapat selesai pada 2014,” tegas Bobby.
Sementara itu, Direktur Capitalinc Investment Budi Prihantoro mengakui pihaknya telah melakukan kesepakatan untuk penjualan saham tersebut. Seperti halnya Bobby, Budi mengatakan saat ini kedua pihak masih menyelesaikan proses legal penjualan saham tersebut. Soalnya, lanjut dia, masih ada beberapa persyaratan terkait dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, Budi mengatakan perseroan juga telah sepakat melakukan penjualan 5% saham kepada PT Aetra Air Tangerang.
“Namun, untuk penjualan saham Capital Multi Finance sebesar 95% masih belum dilakukan. Sebab, saat ini kami masih menawarkan kepada pemilik saham lainnya. Namun, belum ada feed back dari mereka,” jelas Budi.
Sebelumnya, Budi mengatakan pelepasan saham tersebut dilakukan karena perseroan hanya akan focus pada bisnis inti minyak dan gas (migas). Namun, Budi enggan untuk menyebutkan dana yang ditargetkan dalam pelepasan saham tersebut. Sebab, lanjut dia, hal tersebut akan mempengaruhi proses negosiasi. Ia hanya mengatakan uang yang didapatkan dari pelepasan ketiga anak usaha tersebut bukanlah tujuan utama.
“Pelepasan saham tersebut lebih pada konsolidasi bisnis dalam memperkuat focus bisnis perseroan di masa mendatang,” ucap Budi.
Sementara itu, Investor Relation Capitalinc Investment Budy Powito menjelaskan hingga akhir tahun lalu, nilai penyertaan dalam kedua perusahaan tersebut masing-masing mencapai Rp 8,6 miliar dan Rp 22,9 miliar. Berdasarkan rencana, dana hasil divestasi anak-anak usaha perseroan dengan kode emiten MTFN itu akan digunakan untuk membiayai modal kerja di lini usaha migas. Saat ini, Capitalinc telah memiliki empat blok kilang minyak dan dua blok lapangan gas. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar