Ancora Raih Pinjaman US$ 25 Juta
JAKARTA – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) meraih komitmen pinjaman dari bank asing sebesar US$ 25 juta. Pinjaman tersebut digunakan untuk mengambil alih kepemilikan tambang batu bara di Kalimantan Timur, yaitu Raja Kutai Bumi Makmur (RKBM). Hal tersebut menyusul keputusan perseroan yang membatalkan rencana perseroan rigths issue pada tahun ini.
Direktur Keuangan Ancora Indonesia Resources Aulia M Oemar menjelaskan pinjaman tersebut berdurasi lima tahun dengan tingkat bunga market rate. Namun, ia enggan untuk menjelaskan nama bank asing tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini komitmen tersebut belum dituangkan dalam perjanjian resmi. “Kami menargetkan penandatanganan secara resmi akan dilakukan pada akhir Oktober mendatang,” ungkap Aulia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/9).
Aulia pernah menjelaskan selain biaya akuisisi dana pinjaman tersebut juga dialokasikan untuk anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) RKBM sampai tambang tersebut mulai beroperasi yang diperkirakan akan menghabiskan US$ 17 juta. RKBM menghasilkan batubara dengan kalori rendah.
Sebelumnya, Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Dharma Djojonegoro mengatakan pembatalan rights issue tersebut karena pinjaman dinilai lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan dana perseroan saat ini. Menurutnya, lanjut dia, right issue baru akan digelar saat saat kinerja perusahaan meningkat. Selain itu, ia menambahkan aksi korporasi itu paling cepat bisa dilakukan perseroan dalam tempo dua atau tiga tahun ke depan.
Dharma menambahkan perseroan membidik nilai kapitalisasi pasar saham senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9 triliun dalam lima tahun mendatang. Untuk itu, perseroan akan melakukan ekspansi baik organic maupun anorganik hingga 2016. Menurutnya, langkah yang paling memungkinkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan akusisi tambang batubara secara agresif. Mengingat saat ini nilai perseroan yang dipimpinnya masih relative kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar