Kamis, 15 September 2011

Laba Bersih Indofood Tembus Rp 1,58 T

Laba Bersih Indofood Tembus Rp 1,58 T

JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,58 triliun pada semester I 2011. Jumlah tersebut naik 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 1,41 triliun. Peningkatan tersebut ditopang naiknya kinerja operasional dan turunnya beban keuangan bersih.

Adapun core profit Indofood meningkat 11,4% menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,38 triliun. Sedangkan laba kotor perseroan tercatat mencapai Rp 6,32 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Rp 5,88 triliun. Namun, peningkatan tersebut tidak dimbangi dengan marjin laba kotor yang turun menjadi 28,9% dari 32,5%.

Seiring dengan menurunnya margin laba kotor, margin laba usaha pun mengalami penurunan menjadi 15,9% dari 16,4%. Meskipun demikian, Laba usaha tumbuh sebesar 16,8% menjadi Rp 3,48 triliun dari Rp 2,98 triliun. Sedangkan penjualan konsolidasi Indofood mencatatkan sebesar Rp 21,84 triliun. Jumlah tersebut naik 20,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu mencapai Rp 18,12 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menjelaskan penjualan tersebut dikontribusikan oleh empat kelompol usaha strategis yaitu produk konsumen bermerek (CBP), bogasari, agribisnis, dan distribusi. Masing-masing memberikan kontribusi sebsar 42%, 27%, 24%, dan 7% terhadap penjualan bersih konsolidasi.

Anthoni menjelaskan pada semester I 2011, seluruh grup mencatatkan pertumbuhan penjualan yang baik. Ia menyebutkan CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 7,2%. Seiring pertumbuhan penjualan CBP, kelompok distribusipun mengalami peningkatan sebesar 12,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, lanjut Anthoni, kelompok bogasari mencatatkan peningkatan total nilai penjualan sebesar 18,5%. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan dan naiknya harga jual rata-rata tepung teriu seiirng dengan kenaikan harga gandum dunia. Sedangkan kelompok agribisnis membukukan pertumbuhan total nilai penjualan yang kuat yaitu sebesar 42,9% menjadi Rp 6 triliun dari Rp 4,2 triliun.

“Hal  tersebut disebabkan oleh kenaikan volume penjualan produk kelapa sawit, produk minyak goring, dan lemak nabati. Ditambah lagi kenikan harga CPO dan karet,” ungkap Anthoni dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (24/8).

CBP Tembus Rp 9,42 T

Pada kesempatan yang sama, Anthoni menjelaskan PT Indofood CBP Sukses Makmur TBk (ICBP) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp 9,42 triliun, tumbuh 5,7% dari Rp 8,92 triliun pada periode yangs ama pada tahun lalu. Hal tersebut, lanjut dia, didorong oleh pertumbuhan penjualan di seluruh divisi, yaitu Divisi mi Instan (69%), Dairy (19%), makanan ringan (4%), nutrisi (6%), dan makanan khusus (3%). Sementara laba kotor naik 1,1% menjadi Rp 2,42 triliun dari Rp 2,4 triliun, dan laba usaha naik menjadi 7,8% menjadi Rp 1,31 triliun dari Rp 1,22 triliun.

Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 23,7% menjadi Rp 990 miliar dari Rp 800,2 miliar. Core profit meningkat menjadi 26,4% menjadi Rp 994,6 dari Rp 786,7 miliar. “Kami senang atas pencapaian kinerja yang baik pada semester I 2011. Meskipun biaya bahan baku meningkat dan kondisi pasar terus bergejolak. Kami akan terus memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan berupata memperbaiki kekurangan sehingga dapat menghadapi tantangan di masa mendatang dengan lebih baik lagi,” tandas Anthoni. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar