Minggu, 18 September 2011

Indomobil Garap Bisnis Kontraktor Batubara

Indomobil Garap Bisnis Kontraktor Batubara

JAKARTA – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menggarap bisnis kontraktor batubara pada tahun ini melalui anak usaha mereka, PT Prima Sarana Gemilang (PSG). Anak usaha yang berada dalam divisi Commercial Vehicle, Equipment and Mining tersebut tengah menggarap tambang milik Grup Salim di Berau, Kalimantan Timur, yaitu PT Nusantara Berau Coal (NBC).

Direktur Indomobil Sukses International Bambang Subijanto mengatakan ekspansi tersebut dilakukan untuk membangun sinergi dalam membangun nilai tambah di setiap lini bisnis yang ada saat ini. Hal tersebut seiring dengan ditunjukan anak usaha perseroan, PT Indotruck Utama sebagai distributor kedua Volvo Construction Equipment di Indonesia. Dalam hal ini, perusahaan akan menguasai wilayah pemasaran Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua.

“Dengan sudah memiliki alatnya, dan memiliki pengalaman dalam maintenance  alat berat, ditambah ada kesempatan. Kami pun tahun ini memutuskan masuk dalam bisnis kontraktor,” ungkap Bambang di Jakarta, Jumat (16/9).  

Bambang menjelaskan dalam PSG perseroan mengandeng partner untuk menggarap bisnis tersebut. Dengan porsi kepemilikan sebanyak 60%. Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena selama ini perseroan tidak memiliki pengalaman di bisnis tersebut. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nama partener meraka tersebut. Ia hanya mengatakan parner mereka penah menjadi komisaris salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan PSG telah mampu memproduksi batubara milik NBC pada Maret 2011. Ia pun berharap pada akhir tahun perusahaan mampu mencapai target produksi yang ditetapkan NBC pada tahun ini sebanyak 1,7 juta ton. Ia menambahkan kontrak penggarapaan tambang tersebut berjalan selama tiga tahun. Namun, ia menolak untuk menyebutkan nilai kontrak yang didapatkan PSG.

“Dengan jumlah batubara yang dihasilkan, dapat diperkirakan berapa kontrak kami. Untuk tahun depan, kami ditargetkan untuk dapat menghasilkan 3 juta ton. Kami optimistis jumlah tersebut akan mampu direalisasikan,” papar Bambang.

Sebelumnya, Indomobil telah meraup dana segar hasil menggelar penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak Rp 2,76 triliun pada Juli lalu. Untuk itu, perseroan telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 553 miliar atau sebanyak 20% dari rights issue demi memperkuat penjualan Nissan. (iin)

1 komentar: