Rabu, 21 September 2011

KS Berencana Beli Saham Perusahaan Tambang 5%

KS Berencana Beli Saham Perusahaan Tambang 5%

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana membeli saham sebanyak 5%  perusahaan pemilik tambang bijih besi maupun batubara kokas (hard cooking coal) dalam waktu dekat. Kecilnya pembelian saham tersebut dikarenakan perseroan tidak ingin mengubah focus dan bisnis inti saat ini.

Hal ini terkait dengan rencana perseroan yang akan membentuk anak usaha baru untuk menggarap bisnis tambang bijih besi dan batubara, yaitu Krakatau Natural Resources pada akhir 2011.

“Dengan masuk sebagai pemegang saham diharapkan perseroan mendapatkan keistimewaan mendapatkan pasokan bijih besi dan batubara kokas dari perusahaan komoditas tersebut,” ungkap Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang di sela Asia Money Infrastructure Funding Roundtable di Jakarta, Selasa (20/9).  

Fazwar menambahkan pengamanan pasokan tersebut dilakukan seiring dengan menipisnya cadangan bijih besi dan batubara kokas. Disamping itu, lanjut dia, hal tersebut dapat meningkatkan competitiveness dari harga jual baja perseroan dalam jangka panjang. Sebab, lanjut dia, perseroan akan mampu meningkatkan efisiensi dalam biaya produksi.

Menurut Fazwar, pembelian saham perusahaan tambang telah banyak dilakukan perusahaan baja dunia. Misalnya saja Nippon Steel yang memiliki saham hanya sebesar 5% perusahaan tambang bijih besi di Brasil. “Dengan saham sebesar itu, Nippon Steel telah mendapatkan jaminan pasokan bahan baku. Jadi kami tidak perlu menguasai langsung tambang bijih besi batubara,” ucap dia. 

Fazwar menambahkan dengan minimnya pembelian saham tersebut, perseroan akan tetap focus dalam proyek ekspansi dan revitalisasi selama 2011-2014. Proyek yang meliputi industri hulu hingga hilir tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar US$ 1,5 miliar. Ia menegaskan jumlah tersebut diluar investasi yang dilakukan perseroan dalam joint venture (JV) dengan PT Pohang Steel and Iron Coorporation (Posco) sebesar Rp 5-6 triliun pada tahap pertama.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Krakatau Steel Wawan Hernawan mengatakan kemungkinan besar perseroan akan mendahulukan pembelian saham perusahaan bijih besi. Sebab, lanjut dia, pasokan bijih besi sangat dibutuhkan perseroan saat ini mengingat konsumsi perseroan pertahunnya mencapai 3 juta ton per tahun. Menurut dia, kemungkinan besar perseroan akan melirik tambang batubara yang memiliki kandungan titanium rendah.

“Hal tersebut karena dengan demikian titik didih yang diperlukan sangat kecil. Kalimantan disebut-sebut memiliki karakteristik tersebut,” tandas Wawan tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar