Rabu, 21 September 2011

KS Bentuk Anak Usaha Garap Sektor Tambang

KS Bentuk Anak Usaha Garap Sektor Tambang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan menggarap sector tambang bijih besi dan cooking coal (batubara kokas). Untuk itu, perseroan membentuk anak usaha bernama PT Krakatau Natural Resources pada akhir 2012. Saat ini, perseroan tengah menyusun persiapan dalam pembentukan anak usaha tersebut.

“Pembentukan anak usaha tersebut sudah mendapatkan ijin, tinggal segera direalisasikan. Semoga, akhir tahun ini sudah terbentuk,” ungkap Direktur Utama KS Fazwar Bujang di Jakarta, Senin (19/9).

Fazwar menambahkan perseroan telah menyiapkan modal awal untuk pembentukan anak usaha tersebut. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai jumlah modal awal hal tersebut. Sebab, lanjut dia, hingga saat ini perseroan masih belum mendapatkan angka cadangan bijih besi dan batubara yang akan didapatkan. Meskipun demikian, ia menjelaskan dalam waktu dekat perseroan baru akan menentukan sumber pendanaan tersebut.

Menurut Fazwar, dalam pembentukan anak usaha tersebut perseroan memutuskan untuk tidak menggandeng partner. Sebab, lanjut dia, anak usaha tersebut akan dikuasai 100% oleh perseroan. Menurut Fazwar, dalam memasuki bisnis tersebut perusahaan tidak mutlat untuk mempunyai tambang sendiri. “Kami bisa masuk dengan membeli saham yang memiliki tambang bijih besi maupun batubara,” papar dia.

Pada kesempatan yang sama, Fazwar mengaku masih melakukan negosiasi dengan Pohang Iron and Steel Company (Posco) untuk membentuk Joint Venture (JV) baru. Sebelumnya, Fazwar mengatakan perusahaan patungan baru tersebut akan mengolah hasil limbah pabrik baja hasil JV KS-Posco menjadi semen, industri kimia, dan pembangkit listrik. Nilai total investasi pembangunan ketiganya diperkirakan menghabiskan US$ 450 juta.

Menurut Fazwar, kedua belah pihak belum memutuskan persentasi saham dalam pembentukan JV baru tersebut. Namun, ia tetap optimistis pembentukan dan pembangunan pabrik JV tersebut akan selesai berbarengan dengan pembangunan pabrik baja KS-Posco. “Sebab, jika tidak kami akan kebingunan untuk menaruh limbah yang dihasilkan oleh pabrik baja JV KS-Posco,” ujar dia.

Terkait dengan pembangunan pabrik baja patugangan tersebut, Fazwar menjelaskan perseroan dan Posco telah memenuhi porsi ekuity dalam proyek tersebut sebesar 30%. Sedangakn total investasi untuk tahap pertama diperkirakan menghabiskan US$ 6 miliar. Ia mengatakan KS menggunakan kas internal untuk pemenuhan ekuity tersebut. Meskipun KS membutuhkan pendaan yang besar dalam beberapa tahun belakangan ini, ia menegaskan perseroan belum berencana menerbirtkan obligasi.

“Hal tersebut karena obligasi sangat mahal untuk kami,” tandas fazwar. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar