Ancol Siap Investasi Rp 3 T
JAKARTA – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap investasi sebesar Rp 3 triliun dalam tiga tahun mendatang. Investasi tersebut merupakan langkah utama perseroan menjadikan Ancol Taman Impian sebagai kawasan wisata modern dan terlengkap se-Asia Tenggara pada 2015.
“Setiap tahunnya akan dialokasikan sebanyak Rp 1 triliun untuk investasi dalam proses transformasi menjadi kawasan wisata modern dan terlengkap di Asia Tenggara. Dalam dua sampi tiga tahun kedepan, wajah dan nuansa kawasan Ancol Taman Impian yang sangat berbeda,” unglap Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (4/12).
Budi menjelaskan dana tersebut akan berasal dari internal, penjualan unit property, pinjaman bank, dan obligasi. Namun, ia masih enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia hanya mengatakan penerbitan obligasi baru akan memungkinkan dilakukan pada akhir Desember 2012. “Lebih memungkinkan bagi kami untuk melakukan penerbitan obligasi pada akhir tahun ini,” jelas Budi.
Lebih lanjut Budi menambahkan dalam pengembangan Ancol Taman Impian perseroan menggabungkan bisnis, edukasi, dan lifestyle dengan membangun lima proyek. Proyek tersebut adalah Meeting Incentive Convention and Exhibitionist (MICE) membangun Candi Bentar mempunyai daya tampung sampai 4.500 orang, Multipurpose Hall seluas 4.200 m2, auditorium berstandar internasional di lokasi Ancol Beach City berkapasitas 18.000 pengunjung.
Budi menambahkan proyek lainnya adalah wahana edutaiment dan adventure Ocean Park, area pedestrian selebar 8 meter yang disebut dengan Ancol Promenade, dan Property dengan membangun dua apartemen untuk kelas exclusive Marina The Coastal dan Northland Ancol Residence yang merupakan apartemen kelas menengah. “Ditambah dengan proyek Ancol Beach City. Di kawasan itu akan menyediakan berbagai fasilitas pusat hiburan, wisata kuliner, termasuk museum Madame Tussauds seluas 3.000 m2,” papar dia.
Pada 2012, Budi menjelaskan perseroan mengalokasikan investasi sebesar Rp 975 miliar. Dana tersebut digunakan untuk bisnis pariwisata sebesar Rp 339 miliar, properti sebesar Rp 431 miliar, dan lainnya sebesar Rp 202 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal, penjualan unit property, dan pinjaman bank. Sebelumnya, perseroan telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 200 miliar.
Menurut Budi, pada 2012 Ancol Taman Impian akan mendatangkan 15,5 juta pengunjung. Jumlah tersebut meningkat 6,8% dibandingkan jumlah pengunjung 2011. Pada tahun ini, ia pun optimistis mampu mencetak pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk laba, Budi optimistis akan mampu mencatatkan kenaikan sebesar 11% dari Rp 170 miliar menjadi Rp 190 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar