Minggu, 15 Januari 2012

Bakrie Jual BTEL ke Mount Charlotte

Bakrie Jual BTEL ke Mount Charlotte

JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjual kepemilikan saham mereka di PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kepada sebuah fund yang berinvestasi di sektor telecomunikasi, media dan teknologi, yaitu Mount Charlotte. Transaksi tersebut sebanyak 4,3 miliar saham dengan nilai Rp 340 per saham.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Eddy Soeparno menjelaskan fund tersebut fokus pada investasi di sektor telekomunikasi, media, dan teknologi di kawasan Asia Tenggara. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Ia hanya mengatakan Mouth Charlotte tertarik dengan Bakrie Telecom karena masih memiliki peluang untuk bertumbuh di masa depan. "Terlebih mereka melihat harga Bakrie Telecom saat ini masih undervalue," ungkap Eddy di Jakarta, kamis (12/1).  

Eddy menambahkan dalam transaksi tersebut perseroan memiliki opsi untuk masuk dalam fund tersebut. Hal tersebut dilakukan karena perseroan meniai sektor telekomunikasi, media, dan teknologi masih akan berkembang di kawasan Asia Tenggara. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan masih menegosiasikan mengenai opsi tersebut. 

"Selain itu, pertimbangan kami untuk masuk ke fund tersebut menunjukan bahwa kami tidak 100% melepaskan komitmen kepada Bakrie Telecom," tegas Eddy. 

Berdasarkan penelusuran Investor Daily, Mount Charlotte dikendalikan oleh mantan bankir dan ex petinggi Booz yaitu Allen Geoffrey Simms, dan  David Burke yang pernah menjabat sebagai Excecutive Vice President PT Telkom Indonesia. Fund tersebut dimiliki oleh sejumlah investor yg bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi,  dan media. Salah satu diantaranya adalah Vivendi dan Vodafone. 

Pada kesempatan yang samaa, Eddy menjelaskan perseroan telah menjual kepemilikan saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) kepada debitur mereka, Accent Ltd (tolong digoogling, gw gak nemu -- ktanya ada di lapkeu mereka). Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan dengan maksud debt to asset setlement. Sebelumnya, BNBR juga melepas sebagian sahamnya di PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk., (UNSP) sebanyak 170.480.537 lembar.

Harga transaksi penjualan saham UNSP itu senilai Rp330 per lembar saham, sementara sisa saham yang dimiliki BNBR di UNSP setelah transaksi itu sebanyak 3,718 miliar lembar saham atau 27,42 persen dari jumlah seluruh yang beredar.(Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar