JAKARTA - PT Surya Esa Perkasa Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 610 per saham. Dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 250 juta saham atau 25% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan dana segar dari pasar sebesar Rp 152,5 miliar.
Managing Director Equator Securities, selaku penjamin emisi, David Agus menjelaskan, penentuan harga tersebut setelah menggelar penawaran awal (bookbuilding) pada 9-13 Januari 2012. "Bookbuilding sudah selesai, IPO akan jadi 250 juta saham di harga Rp 610. Tentang Oversubscription nanti akan kita umumkan," ungkap David kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (16/1).
Rencananya, perseroan akan menggelar penawaran umum pada 25-27 Januari 2012. Sedangkan pencatatan saham di bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat dilaksanakan pada 1 Februari 2011.
Sebelumnya, Direktur Keuangan yang juga menjabat Sekretaris Perusahaan Surya Esa Perkasa Isenta Hioe mengatakan Perseroan akan menggunakan 25% dipakai untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank UOB Indonesia. Sedangkan 75% dana hasil IPO, lanjut dia, digunakan untuk ekspansi bisnis yakni pengembangan kilang gas perseroan. Dengan ekspansi tersebut, tambah dia, produksi pemurnian has bumi menjadi produk LPG akan meningkat sebesar 50 MT LPG per hari.
“Jumlah tersebut meningkat sekiatr 44% dari kapasitas produksi saat ini, yaitu 113 MT LPG per hari. Untuk pembangunan ini diperkirakan akan selesai pada 2014. Sedangkan selama pembangunan, 2012-2013, diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 15 juta,” jelas Isenta.
Sedangkan untuk estimasi kinerja, lanjut Isenta, perseroan mengestimasi akan mendapatkan pendapatan sebesar US$ 41 juta pada 2011. Sebab, selama 2011 harga jual gas LPG sangat tinmggi hingga mencapai US$ 842 per metric ton. Namun, lanjut dia, untuk kinerja di tahun ini akan sangat tergantung pada harga LPG. Ia memprediksikan harga di tahun ini hanya akan mencapai US$ 624 per meterik ton. “Kemungkinan pendapatan akan di bawah 2011,” ujar dia.
Analis Milenium Danatama Asset Management Desmon Silitonga mengatakan seecara lini usaha emiten ini cukup prospektif. Sebab, lanjut dia, perseroan bergerak di bisnis LPG dan turunnannya. Apalagi saat ini,pemerintah terus mengkampayekan konversi bahan bakar ke gas sehingga mendorong permintaan gas ke depan akan semakin meningkat, termasuk LPG dan turunnya. “Harga saham perdananya juga cukup murah,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar