Minggu, 15 Januari 2012

Tiphone Investasi Rp 750 M

Tiphone Investasi Rp 750 M

JAKARTA - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) akan investasi sebesar Rp 650-750 miliar pada 2012. Investasi tersebut dialokasikan untuk akuisisi sebesar Rp 400-500 miliar dan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 250 miliar. 

Sekretaris Perusahaan Tiphone Mobile Indonesia Semeul menjelaskan pendanaan tersebut akan berasal dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, kas internal, dan pinjaman bank. Namun, ia enggan untuk menjelaskan masing-masing porsi pendanaan tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini pihaknya masih akan berbicara dengan beberapa bank, baik lokal maupun asing. Diantaranya Bank Mandiri,  BCA, CIMB Niaga, dan BII.  

"Yang jelas kami tidak akan keluar dari alur yang ditetapkan seperti dalam prospektus kami. Untuk itu, kami pun akan menambah sumber dana melalui pinjaman bank. Ditambah dengan kas internal kami yang kuat," ungkap Semuel usai pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/1).  

Semuel menambahkan perseroan tengah membidik 3 perusahaan untuk akuisisi dengan dana sebesar Rp 400-500 miliar. Tapi, ia enggan untuk menyebutkan nama ketiga perusahaan tersebut. Sebab, saat ini masih dalam tahap negosiasi. Meskipun demian, ia menjelaskan perusahaan yang akan diakuisisi tersebut memiliki bisnis  yang yang sejalan dengan perseroan, yaitu perusahaan penjual voucher dan pemegang merek telepon seluler asal Tiongkok.  

Lebih lanjut Semuel menjelaskan peluang untuk telepon seluler berbasis Tiongkok masih memiliki peluang besar untuk tumbuh di pasar telekomunikasi saat ini. Untuk itu, lanjut dia, perseroan memilih untuk tidak mengakuisisi merek-merek telepon seluler yang diluar Tiongkok, seperti Samsung, Sony Ericson, maupun Motorola. Ia pun memperkirakan perseroan baru akan mendapatkan satu akuisisi pada semester 1 2012. Sedangkan selebihnya akan sangat tergantung dari proses negosiasi. 

Menurut Semuel, jika berhasil mengakuisisi ketiga perusahaan tersebut nilai aset perseroan akan meningkat 50% menjadi Rp 1,5 triliun dari Rp 1 triliun. Ia pun memperkirakan dengan akuisisi tersebut mampu mendongkrak target pendapatan perseroan tahun ini sebesar Rp 3 triliun.  "Jika target pendapatan kami Rp 8 triliun, dengan akuisisi tersebut diperkirakan akan naik menjadi Rp 11 triliun" papar dia.   

Sementara itu, Komisaris Utama Tiphone Mobile Indonesia Hengky Setiawan mengatakan perseroan akan sangat berhati-hati dalam melakukan akuisisi tersebut. Sebab, lanjut dia, perseroan hanya akan mengakuisisi perseroan yang dapat mempertebal pendapatan maupun laba bersih. "Langkah tersebut dilakukan sebagai cara mempercepat pertumbuhan Tiphone di masa depan," ujar Hengky. 

Sedangkan untuk capex sebesar Rp 250 miliar, Hengky memaparkan dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun jaringan distribusi menjadi 250 ribu reseller dari 125 ribu reseller pada saat ini. Ditambah membangun jaringan service center menjadi 130 kota dari 25 kota yang ada saat ini. Tidak hanya itu, lanjut dia, perseroan juga akan mengembangkan jumlah gerai Telesindo Shop dari 200 toko menjadi 350 toko pada tahun depan. 

“Serta investasi IT untuk pengontrolan dan distribusi produk lebih luas lagi. Yang jelas pada 2012 kami akan bekerja 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu ,” pungkas Hengky. (Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar