TiPhone Oversuscribed 25 Kali
JAKARTA – PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk kelebihan permintaan selama penawaran umum (polling) sebanyak 25 kali. Dengan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham yang ditetapkan perseroan sebesar Rp 310 per saham. Penawaran umum tersebut dilakukan pada 2-5 Januari 2012. Rencananya, perseroan akan mencatatkan saham dan warrant yang diterbitkan tersebut pada 12 Januari 2012.
“Pada saat polling, TiPhone mengalami oversubscribed sebanyak 25 kali,” ungkap Direktur Sinarmas Securities, selaku penjamin emisi, Andreas S Tjendana kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/1).
Sebelumnya, Andreas menjelaskan selama penawaran awal (bookbuilding) TiPhone oversubscribes sebanyak 6 kali. Ia pun menjelaskan institusi asing banyak yang berminat untuk memikiki saham TiPhone selama masa bookbuilding. Namun, ia tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai porsi kepemilikan institusi asing tersebut.
Lebih lanjut Andreas menambahkan dalam IPO tersebut perseroan memperkecil porsi saham yang dilepas dari 40,08% menjadi 25% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh senilai 6.675.000.000. Dengan demikian, saham yang dilepas dalam IPO tersebut mencapai 1.668.750.000 saham. Sedangkan dana yang diraup akan menjadi sekitar Rp 517,3 miliar. Menurutnya, pengurangan porsi IPO tersebut dilakukan karena melihat situasi ekonomi saat ini masih belum bagus.
Dalam IPO tersebut, perseroan juga tetap menawarkan waran seri I sebesar 1,33 miliar waran. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran. Waran yang diterbitkan memiliki tenor waktu lima tahun. Nilai nominal masing-masaing saham dan waran sebesar Rp100.
Sementara itu, Komisaris Utama Hengky Setiawan pernah menjelaskan 40% dana raihan IPO teprsebut akan digunakan untuk melunasi seluruh utang anak usaha, PT Telesindo Shop keada PT Bank DBS Indonesia sebesar Rp 360 miliar. Ia juga menjelaskan 28% perluasan usaha perseroan dan anak usaha. Sedangkan sisanya, tambah dia, akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex).
Hengky menjelaskan dengan capex tersebut perseroan akan membangun jaringan distribusi menjadi 250 ribu reseller dari 125 ribu reseller pada saat ini. Ditambah membangun jaringan service center menjadi 130 kota dari 25 kota yang ada saat ini. Tidak hanya itu, lanjut dia, perseroan juga akan mengembangkan jumlah gerai Telesindo Shop dari 200 toko menjadi 350 toko pada tahun depan. “Serta investasi IT untuk pengontrolan dan distribusi produk lebih luas lagi,” tambah dia.
Lebih lanjut Hengky menjelaskan perseroan optimistis pendapatan tahun depan akan mencapai Rp 8 triliun. Jumlah tersebut meningkat 21,2% dibandingkan dengan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 6,6 triliun. Sedangkan untuk laba bersih, lanjut dia, perseroan optimistis akan akan mencatatkan peningkatan 29,4% dari estimasi tahun ini sebesar Rp 170 miliar menjadi Rp 220 miliar. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar