Rabu, 04 Januari 2012

Bapepam Proses 1 IPO, 3 Obligasi, dan 2 PUT

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang memproses satu pernyataan efektif penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, tiga penerbitan obligasi, dan dua penerbitan saham baru (rights issue). Total seluruh aksi korporasitersebut diperkirakan mencapai Rp 8,45 triliun pada kuartal I 2012.  

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK Gonthor Ryantori Aziz mengatakan pihaknya hanya memproses tiga emiten menggelar obligasi, yaitu Surya Artha Nusantara Finance, Astra Sedaya Finance, Bank Bukopin. Ditambah, lanjut dia, dua emiten yang bermaksud melakukan rights issue. Keduanya adalah PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). 

“Kelimanya telah menyampaikan dokumen pernyataan pendaftaran. Saat ini, kami masih mengkaji kelengkapan dokumen Pernyataan Pendaftaran dari kelima perusahaan tersebut. Untuk IPO di sector jasa, masih belum ada yang memasukan dokumen,”ungkap Gonthor kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (4/1). 

Sementara itu, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Rill Bapepam-LK Anis Baridwan mengatakan pihaknya hanya tengah memproses satu IPO PT Surya Esa Perkasa Tbk. Ia mengatakn IPO tersebut telah mendaptkan pra-efektif pada Desember lalu. Sedangkan untuk aksi korporasi lainnya, ia mengaku hingga saat ini masih belum ada perusahaan di bidangnya yang mengajukan kembali. “Kami hanya memproses satu IPO, selebihnya telah selesai menjelang akhir tahun lalu,” tegas Anis. 

Berdasarkan data Bapepam-LK, pada 2011 nilai emisi obligasi korporasi terdapat 28 emiten menerbitkan obligasi atau naik 16,6%. Sedangkan pada tahun sebelumnya, hanya sebanyak 24 emiten yang menerbitkan obligasi. Nilai emisi obligasi korporat dari Rp34,70 triliun pada 2010 menjadi Rp30,16 triliun pada 2011. Penawaran umum obligasi berkelanjutan ada empat emiten. Nilai penawaran umum obligasi berkelanjutan senilai Rp6 triliun dan US$80 juta. 

Sedangkan pada 2011 tercatat 25 emiten baru yang melaksanakan IPO dan mencatatkan sahamnya di BEI. Jumlah tersebut adalah rekor tertinggi selama 10 tahun terakhir. Para emiten tersebut adalah PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), PT Martina Berto Tbk (MBTO), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT HD Finance Tbk (HDFA), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), PT Star Petrochem Tbk (STAR), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Atlas Resources Tbk (ARII), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Cardig Aero Services Tbk (CASS), PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA).


Total dana yang berhasil dihimpun para emiten pada tahun 2011 adalah sebesar Rp62,309 triliun yang terdiri dari IPO Rp19,593 triliun, penerbitan saham oleh emiten (Rights) tercatat sebesar Rp42,141 triliun dan Warrant sebesar Rp575 miliar. Pada tahun 2011 BEI melakukan delisting terhadap 5 emiten, yaitu PT New Century Development Tbk (PTRA), PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA), PT Dynaplast Tbk (DYNA), PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (ANTA), dan PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA).(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar