JAKARTA – PT Benakat Petroleum Energy Tbk berencana untuk melakukan divestasi lini usaha tambang batubara pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan karena tambang yang dimiliki tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi. Perseroan memiliki tambang batubara tersebt terlertak di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tambah tersebut memiliki luas mencapai 9,384 hektare (ha) dan kadar batubara di lokasi tersebut diperkirakan antara 5.011-5,932 Kcal/Kg.
Sumber Investor Daily menambahkan niatan divestasi tersebut semakin kuat seiring dengan telah berhasilnya perseroan mengakuisisi perusahaan di bidang infrastruktur tambang, yaitu PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI). “Hal ini masih belum keputusan final, tapi kemungkinan besar akan dilepas. Hal ini karena asset dari tambang tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ungkap sumber tersebut di Jakarta, Senin (2/12).
Ketika di konfirmasi mengenai hal tersebut, Direktur Benakat Petroleum Energy Firlie Ganinduto enggan untuk menanggapi hal tersebut. Ia hanya mengatakan perseroan akan fokus pada bisnis oil, gas, dan infrastruktur. Hal tersebut, lanjut dia, agar perseroan tidak tergantung pada harga komoditi saja. “Hal tersebut dilakukan agar perseroan memiliki fix income atau contract base di tengah kondisi global yang berjolak saat ini,” papar dia.
Firlie mencontohkan dengan adanya AMI perseroan akan mendapatkan fix income yang kontrak base. Ia pun memperkitakan pada tahun depan AMI akan menyumbang laba bersih mencapai US$ 80 juta. Dengan catatan, lanjut dia, produksi drilling sumur sesuai dengan ekspektasi diatas 3.000 barrel. Alhasil, tambah dia, laba bersih perseroan bisa terkerek menjadi US$ 115 juta. “Hal tersebut akan mendongkrak laba bersih perseroan pada tahun depan. Sedangkan estimasi laba bersih 2011 hanya sebesar US$ 25 juta,” papar dia.
Sedangkan untuk pinjaman mendanai akuisisi Rp 600 miliar, Firlie mengatakan saat ini pihaknya telah bersedia untuk komitmen dengan perbankan. Hal tersebut,, lanjut dia, berdasarkan asset yang mereka akuissi tersebut sangat bagus dan memiliki prospek positif. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal etrsebut. Ia hanya mengatakan, pihaknya telah berbicara dengan bank asing maupun local.
Menurut Firlie, saat ini perseroan masih belum menentukan besaran dana yang akan diambil melalui pinjaman. Sebab, lanjut dia, hal tersebut masih dalam pembahasan internal. “Hal ini akan difinalkan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Meskipun demikian, mudah-mudahan Februari sudah bisa closing untuk transaksi tersebut,” tandas dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar