Minggu, 01 Januari 2012

Citra Marga Masuk Infrastruktur Tambang Rp 7-8 T

JAKARTA – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mengkaji untuk masuk dalam bisnis infrastruktur tambang dengan nilai investasi mencapai Rp 7-8 triliun. Hal tersebut dilakukan untuk diversifikasi sumber pendapatan perseroan di masa depan. 

Direktur Keuangan Citra Marga Nusaphala Persada Indrawan Sumantri menjelaskan saat ini perseroan masih dalam tahap pengkajian. Sebab, lanjut dia, untuk masuk ke bisnis tersebut dibutuhkan investasi yang besar dan merupakan jangka panjang. Berdasarkan rencana, lanjut dia, diperkirakan akan membutuhkan dana investasi sebesar Rp 7-8 triliun. 

“Untuk itu, kami masih menunggu hasil studi atas proyek supaya bisa lebih efisien dan layak beroperasi dengan Internal Rate of Return (IRR) yang menarik. Kami juga melihat adanya potensi untuk menggunakan jalan tambang ataupun menggunakan kereta,” ungkap Indrawan di Jakarta, belum lama ini. 

Indrawan menambahkan nantinya sumber pendanaan bisnis tersebut akan berasal dari ekuiti perseroan, baik melalui Penambahan Model Tanpa Hak Memasan Terlebih Dahulu  (Non-HMETD) atau rights issue. Khusus mengenai non-HMETD, ia menjelaskan perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Hal tersebut terkait dengan rencana perseroan menggelar non-HMETD senilai Rp 250 miliar berasal dari 200 juta saham atau sekitar 10% dari modal yang disetor. 

“Rencananya, kami akan menggelar non-HMETD tersebut dalam kurun waktu dua tahun sejak diperolehnya persetujuan dari pemegang saham pada pertengahan 2011. Kemungkinan akan dilakukan pada 2013,” tegas Indrawan. 

Pada kesempatan yang sama, Indrawan mengatakan perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 550 miliar. Dana capex tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal. Ia menjelaskan capex tersebut akan dialokasikan untuk proyek jalan tol Depok-Antasari sebesar Rp 500 miliar dan sisanya untuk perawatan. “Saat ini posisi kas internal kami sangat kuat,” tegas dia. 

Indra menjelaskan pada 2012 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 856 miliar. Jumlah tersebut meningkat 15,44% dibandingkan dengan estimasi pendapatan tahun ini sebesar Rp 791 miliar. Sedangkan laba bersih, tambah dia, ditargetkan tumbuh 3,9% menjadi Rp 320 miliar dari Rp 308 miliar. Ia menjelaskan kenaikan tersebut akan disumbangkan oleh kenaikan tariff tol yang akan dinikmati dalam satu tahun penuh setelah mengalami kenaikan pada Oktober lalu. Serta kenaikan tol Surabaya sebesar 10% pada tahun depan. 

“Ditambah kenaikan volume lalu lintas. Jika tahun ini volume lalu lintas di Jalan tol dalam kota Jakarta (JIUT) 193 juta dan Waru-Djuanda 8,9 juta. Sedangkan, pada tahun depan akan menjadi 195 juta kendaraan di JIUT dan 9,7 juta kendaraan di Waru-Djuanda,” papar Indrawan.(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar