JAKARTA - PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) bidik penjualan sebesar Rp 10-20 miliar pada 2012. Penjualan tersebut meningkat 150-400 persen dibandingkan estimasi 2011 mencapai Rp 4 miliar.
Direktur Utama Siwani Makmur Edward Seky Soeryadjaya mengatakan peningkatan penjualan tersebut terjadi seiring dengan kembalinya kepercayaan pelanggan perseroan untuk memesan produk mereka. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kualitas produk perseroan. Namun, ia enggan untuk menyebutkan pelanggan mereka. Ia hanya menjelaskan pelanggan mereka adalah industri makanan, pupuk, ban.
"Untuk itu, kami akan meningkatkan lagi promosi di tahun ini. Ditambah lagi dengan efisiensi produksi dan memaksimalkan kapasitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pelanggan" ungkap Edward di Jakarta, Rabu (18/1).
Tidak hanya itu, lanjut Edward, perseroan juga akan menyelesaikan perselisihan sengketa kepemilikan saham dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan karena selama ini perselisihan tersebut menghambat ekspansi perseroan. Mengingat perseroan kesulitan untuk mencari modal dan pendanaan. Alhasil, lanjut dia, perseroan hanya menggandalkan pendapatan dari operasional.
Sementara itu, General Manager Siwani Makmur. Burhananto Soenarno mengatakan perseroan tidak akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini. Hal tersebut karena mereka tidak akan meningkatkan kapasitas produksi saat ini. Menurut dia, mesin yang mereka miliki saat ini mampu memenuhi permintaan pelanggan dan kualitas mesin merupakan terbaik nomor dua di Indonesia.
"Terlebih saat ini utilisasi produksi kami masih sebesar 80 persen. Untuk itu, tagun ini kami akan lebih memaksimalkan kapasitas produksi kami," tandas Burhananto. (Indah Handayani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar