Intiland Investasi Proyek Mixed Use Rp 2 T
JAKARTA – PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan investasi sebesar Rp 2 triliun pada 2012. Investasi tersebut dialokasikan untuk pembangunan tahap I proyek mixed use di Jakarta Selatan, yaitu South Quarter. Rencananya, pembangunan tahap I proyek tersebut akan dimulai pada kuartal I-2012 dan diperkirakan rampung pada kuartal III-2014.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan untuk tahap pertama pembangunan akan terdiri dari tiga menara perkantoran. Rencananya, lanjut dia, tahap pertama akan berdiri diatas tanah seluas 4,4 hektar (ha) dari total lahan sebesar 7,1 ha. Namun, ia tidak menyebutkan asal pendanaan untuk proyek tersebut. Ia hanya mengatakan proyek tersebut akan dibangun dalam tiga tahap dan membutuhkan dana yang sangat besar.
“Untuk angka pastinya kami masih menghitung total investasi dari proyek tersebut. Tapi untuk tahap pertama, investasi proyek tersebut mencapai Rp 2 triliun,” ungkap dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Archied menambahkan besarnya investasi pembangunan proyek tersebut, perseroan berencana untuk menggandeng partner. Tapi, ia enggan untuk menyebutkan partner yang akan mereka gandeng tersebut. Sebab, lanjut dia, saat ini pihaknya masih berbicara dengan beberapa pihak. Ia pun menjelaskan perseroan akan menggarap superblok di Cengkareng, Jakarta Barat, yaitu Aeropolis.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Intiland Development Tbk Theresia Rustandi memperkirakan perseroan akan menyiapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) diatas Rp 1 triliun pada 2012. Rencananya, dana tersebut dialokasikan utnuk berbagai proyek perseroan di empat segmen residential township & estate, high rise & mixed-use development, hospitality, dan industrial estate.
“Perkiraan pasti capex akan lebih dari Rp 1 triliun. Tapi angka final masih belum final. Sebab, banyak proyek yang akan mulai pada tahun depan,” ucap Theresia.
Namun, Theresia masih enggan untuk menyebutkan sumber pendanaan dari capex tersebut. Ia hanya menjelaskan perseroan memutuskan untuk segera meluncurkan sejumlah proyek baru seiring tren pertumbuhan industri properti yang diperkirakan bakal bertumbuh pesat pada 2012. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar