Bakrieland Siap Investasi Rp 2,1 T
JAKARTA - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) siap investasi Rp 2,1 triliun pada 2012. Investasi tersebut merupakan development cost untuk pembangunan proyek di lini bisnis property. Proyek tersebut diantaranya terletak di Bali, Sentul, Bogor, dan Rasuna Episentrum.
Direktur Keuangan Bakrieland Development Feb Sumandar menjelaskan dana tersebut berasal dari kas internal dengan utang. Persentase anatara kedua sumber pendanaan tersebut adalah 60% dengan kas internal dan sisanya menggunakan utang. Untuk utang, ia menjelaskan perseroan akan mengkombinasikan antara pinjaman bank atau obligasi. Namun, ia enggan untuk menjelaskan porsi keduanya.
“Sebab, besaran keduanya akan sangat tergantung dengan hasil rating,” ungkap Feb di Jakarta, belum lama ini.
Feb menjelaskan penerbitan obligasi tersebut diperkirakan akan menggunakan buku Desember 2012. Nantinya, lanjut dia, obligasi tersebut akan ditawarkan di domestic. Ia menambahkan saat ini perseroan proses pemilihan underwriter atau beauty contest. “Kami sudah bertemu dengan beberapa underwriter dan mereka telah mepresentasikan hal tersebut. Namun, kami masih belum menentukan hal tersebut,” papar dia.
Sebelumnya, Direktur Utama Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib pernah mengatakan perseroan menjajaki penjualan kepemilikan saham di anak usaha mereka, PT Bakrie Toll Road, pada semester I 2012. Penjualan tersebut ditargetkan akan bernilai Rp 2 triliun. Ia menjelaskan pelepasan saham tersebut akan dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan private placement.
Menurut Hiramsyah, strategi tersebut dilakukan demi mengundang lebih banyak mitra strategis masuk ke anak usaha mereka tersebut. Sebab, tambah dia, BTR membutuhkan dana besar untuk mengembangkan dan pembangunan ruas jalan tol yang dimiliki. “Kami benar-benar ingin membesarkan BTR. Tapi sangat tidak memungkinkan apabila semua pengembangan dan pembangunan ruas jalan tol tersebut dibiayai oleh Bakrieland. Karena itu kami pun menerapkan strategi tersebut,” ucap dia.
Hiramsyah menambahkan kemungkinan besar IPO tersebut menggunakan buku Desember 2011. Disamping itu, lanjut dia, perseroan telah melakukan beauty contest untuk menentukan penjamin emisi (underwriter) dan agen penjual global dalam IPO tersebut. Ia menyebutkan setidaknya telah bertemu dengan tiga atau empat agen penjual asing dan tiga penjamin emisi local.
Selain itu, tambah Hiramsyah, perseroan juga telah melakukan pembicaraan dengan mitra strategis potensial yang akan masuk melalui private placement. Namun, ia enggan untuk menyebutkan jumlah mitra tersebut. Ia hanya mengatakan mitra tersebut terdiri dari asing dan local. “Tapi semuanya masih belum final,” jelas Hiramsyah.
BNBR Bayar Utang
Pada kesempatan berbeda, Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Eddy Soeparno menjelaskan perseroan akan segera membayarkan utang kepada Credit Suisse (CS) pada pekan ini. Hal tersebut, lanjut dia, setelah perseroan mendapatkan dana dari penjualan saham Bumi Plc kepada PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk yang diperkirakan akan terjadi pada pekan ini.
Menurut Eddy, pihak Borneo telah melengkapi dokumentasi untuk mencairkan pinjaman tersebut. “Mudah-mudahan pekan ini selesai transaksi dengan Borneo. Setelah diterima, dana tersebut akan langsung kami bayarkan kepada CS. Utang kepada CS merupakan prioritas kami. Mengingat utang tersebut merupakan jangka pendek,” jelas Eddy.
Menurut Eddy, dengan pembayaran utang tersebut akan menurunkan posisi utang perseroan. Ia menjelaskan pada akhir tahun lalu perseroan mencatatkan utang sebanyak Rp 8-9 triliun, dengan penyelesaian transaksi Borneo tersebut akan langsung turun menjadi Rp 5 triliun. “Setelah penyelesaian utang ini selesai, kami akan focus pada pencarian dana untuk pengembangan proyek kami,” papar dia. (iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar