Minggu, 15 Januari 2012

Kalbe Optimistis Pendapatan Naik 20%



JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 15-20% pada 2012 dibandingkan raihan tahun lalu. Sedangkan estimasi pendapatan pada 2011 diperkirakan akan mencapai Rp 11 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh hadirnya produk baru dan meningkatnya bisnis distribusi. 

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan tahun ini perseroan akan mengeluarkan 10-15 produk baru. Ia menjelaskan produk baru tersebut akan berada di setiap segmen bisnis perseroan, yaitu obat resep, obat bebas, dan nutrisional. “Selain itu, lanjut dia, perseroan juga akan melebarkan penjualan nutrisional, Diabetasol, di Filipina. Peluang penjualan tersebut sangat besar, mengingat karakteristik masyarakat Filipina hamper mirip dengan Indonesia,” ungkap dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (10/1).

Vidjongtius menambahkan tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 700-800 miliar. Dana tersebut, lanjut dia, akan berasal dari kas internal dan dialokasikan untuk pembangunan penambahan kapasitas pabrik obat bebas di Cikarang. Namun, ia menjelaskan capex tersebut tidak termasuk rencana ekspansi perseroan di Negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Myanmar dan Thailand. 

Untuk rencana ekspansi tersebut, Vidjongtius menegaskan perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 10 – 100 juta per Negara. Menurutnya, besaran investasi sangat berbeda di setiap negara. Hal tersebut sangat tergantung dari partner yang akan digandengan untuk membentuk Join Venture (JV). Rencananya, lanjut dia, dalam JV tersebut perseroan akan membangun pabrik di Negara yang akan mereka bidik tersebut. “Namun, hingga saat ini kami masih mencari partner tersebut,” ujar Vidjongtius. 

Sebelumnya, Vidjongtius mengatakan akan ekspansi di Tiongkok dan India. Ekpansi tersebut menjadi rencana jangka panjang atau diatas lima tahun. Sebab, ekspansi tersebut baru dilakukan setelah perseroan berhasil menguatkan pasar di wilayah Asia Tenggara. “Sedangkan selama lima tahun mendatang perseroan masih akan fokuspada pengembangan pasar di Asi Tenggara,” jelas dia. 

Hingga kuartal III 2011, Kalbe Farma mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun pada kuartal III 2011. Jumlah tersebut meningkat 18% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 902 miliar. Sedangkan penjualan perseroan mencapai Rp 7,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,2 triliun. 

Vidjongtius memperkirakan kuartal IV pertumbuhan laba dan penjualan akan lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya. Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan siklus yang selalu terjadi setiap tahunnya. Untuk itu, ia oun optimistis apabila perseroan akan mampu mencapai target penjualan sebanyak Rp 11 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan 2010.
“Begitu juga dengan target laba bersih kami yang akan meningkat sebanyak 17-18%,” tambah dia.(iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar