Minggu, 29 Januari 2012

Batan Teknologi Targetkan IPO 2016

JAKARTA – PT Batan Teknologi (persero), satu-satunya perusahaan BUMN bergerak di sector industri berbasis nuklir, menargetkan dapat menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2016. 

Direktur Utama PT Batan Teknologi Yudiutomo Imardjoko mengatakan IPO menjadi salah satu opsi perseroan mendapatkan pendanaan untuk ekspansi pada 2017. Sebab, lanjut dia, pada tahun itu perseroan berencana untuk membeli reactor nuklir yang diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 1,6 triliun. “Reaktor tersebut digunakan memproduksi radioisotop dan radiofarmaka untuk keperluan medis dan industri,” ungkap Yudiutomo di Jakarta, belum lama ini.

Yudiutomo menjelaskan pada saat ini radioisotope dan radiofarmaka sangat dibutuhkan di dunia. Sebab, keduanya sangat dibutuhkan untuk menditeksi dini dan terapi kanker. Sementara, lanjut dia, produsen kedua produk tersebut masih sangat terbatas. “Untuk kawasan Asia dan Pasific, produsennya hanya kami, Korea Selatan, dan Australia. Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk menggarap bisinis ini. Margin dari industri ini minimal mencapai 40 persen," papar dia.

Menurut Yudiutomo, saat ini perseroan telah kebanjiran pemesanan kedua produk tersebut dari beberapa Negara di Asia. Diantaranya adalah pemesanan dari Grup Fuji Film yang pada tahun ini memesan kedua produk tersebut. Di Indonesia sendiri, lanjut dia, perseroan telah mendapatkan pesanan dari PT Indofarma Tbk (INAF). “Kami telah menandatangani perjanjian kerjasama tersebut. Dalam pernajian tersebut, Indofarma dalam setahun minimal memesan Rp 35 miliar,” jelas dia. 

Namun, lanjut dia, saat ini pihaknya masih sangat terkendala dengan produksi. Mengingat saat ini perseroan hanya memiliki satu reactor nuklir untuk memproduksi kedua produk tersebut. Alhasil, perseroan hanya mampu memproduksi radioisotope jenis Molybolumn 99 sebanyak 2 ribu curi (Ci) per minggu.

Sebagai langkah untuk memuluskan rencana IPO, Yudiutomo mengatakan perseroan akan menyampaikan rencana tersebut kepada pemegang saham, yaitu Kementerian BUMN, pada pekan depan. Tidak hanya itu, lanjut dia, perseroan juga akan meningkatkan kinerja pendapatan. “ Jika tahun ini pendapatan kami mencapai Rp 220 miliar. Kami targetkan pada 2016 kami mampu mencetak pendapatan sebesar Rp 500 miliar,” tandas dia. (Indah Handayani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar