JAKARTA – PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) membidik pendapatan sebesar US$ 1,1 miliar pada 2012. Jumlah tersebut meningkat 37,5-57% dibandingkan estimasi tahun ini sebesar 700-800 miliar.
Direktur Borneo Lumbung Energi Kenneth Raymond Allan menjelaskan peningkatan pendapatan tersebut seiring dengan peningkatan volume penjulan pada tahun depan. Ia menjelaskan volume penjualan 2012 meningkat 66,6% menjadi 5 juta ton dari 3 juta ton pada tahun ini. . Perseroan mengharapkan produksi mencapai lebih dari 4 juta ton pada 2012. Tahun ini produksi diperkirakan 3,6 juta ton.
“Sedangkan untuk harga jual rata-rata pada tahun depan diperkirakan mencapai US$ 200 per ton,” ungkap Allan di Jakarta, belum lama ini.
Sementara itu, Direktur Keuangan Borneo Lumbung Energi Eva Tarigan menjelaskan perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 300 juta pada tahun depan. Jumlah tersebut, lanjut dia, merupakan 50% dari US$ 600 juta hingga 2013. Ia menuturkan dana tersebut bersumber dari kas internal dan pinjaman. “Capex tersebut dialokasikan untuk menyediakan peralatan dan ekspansi usaha,” jelas dia.
Sementara itu, Direktur Utama Borneo Lumbung Energi Tbk Alexander Ramlie mengatakan, pihaknya akan tetap fokus untuk ekspansi tambang PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), Kalimantan Tengah. Ia mengaku tengah berbicara dengan beberapa bank, baik asing maupun local, untuk mencapi pinjaman.
Alexander menambahkan sebagai pemegang saham akan berpartisipasi dan membicarakan pencarian dana tersebut dengan pemegang saham Bumi Plc, yaitu Nathaneile Rostchild, Bakrie, dan lain-lain. Hal tersebut, lanjut Alexander, dilakukan untuk menggarap aset-aset Bumi Plc yang valuenya belum terealisasi.
“Salah satu tugas kami adalah untuk menonjolkan hiden value, terutama di BRMS. Karana masih aset banyak yang green field. Kalau dilihat, peningkatan nilai dr perusahaan di tahap awal. Yang akan kami fokuskan diantaranya 3 proyek utama BRMS, yaitu Dairi, Gorontalo, dan Palu,” tegas dia.
Disamping itu, Alexander menambahkan perseroan dan bersama-sama dengan pemegang Bumi Plc lainnya akan mengembangkan tambang batubara lainnya, seperti KPC Arutmin dan Berau. Sebab, lanjut dia, keduanya masih berpotensi untuk ditingkatkan pada masa depan. Walau, kedua tambang tersebut sudah matang. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Menurut Alexander, keuntungan dalam pengembangan tersebut akan meningkatkan value saham Bumi plc. Meskipun demikian, ia menjelaskan perseroan todak akan mendapatkan konstribusi pendapatan dari Bumi Plc. Namun, lanjut dia, sebagai pemegang saham akan mendapatkan dividen.(iin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar