Adhi Karya Bukukan Kontrak Rp 4,7 T
JAKARTA – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 4,7 triliun sampai akhir Juli 2011. Kontrak tersebut merupakan 37,3% dari total target kontrak baru yang didapatkan perseroan pada tahun ini. Dengan demikian, perseroan harus mendapatkan kontrak baru sebanyak Rp 7,9 triliun untuk mencapai target tersebut.
Pencapaian kontrak baru yang telah diperoleh berasal dari beberapa proyek EPC Power Plant, EPC Oil and Gas, gedung, dan infrastruktur lainnya. Kontrak-kontrak tersebut antara lain adalah PLTU 3x7 mw Sintang Rp 357 miliar, PLTU 2x7 mw Tembilahan Rp 277 miliar, PLTU 2x7 mw Tj Selor Rp 268 miliar, Ciliwung Cisadane Rp 230 miliar, dan Menara The Convergence Indonesia Rp 185 miliar.
Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Kurnadi optimistis akan mampu mengekar target tersebut di semester II 2011. Sebab, lanjut dia, saat ini perseroan menerapkan strategi sentralisasi pemasaran. Dengan demikian, tambahnya, diharapkan dapat memperkuat proses tender yang diikuti perseroan. ”Selain itu, kami akan membidik tender-tender besar di sisa paruh kedua tahun ini,” ungkap Kurnadi kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (4/8).
Kurnadi mengatakan perseroan bahkan tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan target perolehan kontrak baru pada tahun ini. Namun, ia enggan untuk menyebutkan target tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa di tahun ini perseroan mengubah target komposisi kontrak baru dari pemerintah dan swasta. Jika sebelumnya pemerintah sebesar 67%, menjadi 62%. ”Sedangkan swasta menjadi 38% dari 33%,” jelas dia.
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, Adhi Karya membukukan laba usaha sebesar Rp 102,6 miliar pada semester I-2011. Laba tersebut naik 35,5% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 75,2 miliar. BUMN konstruksi itu juga mencetak peningkatan laba kotor setelah proyek kerja sama sebesar 18,8% menjadi Rp 198,3 miliar pada semester I-2011 dibandingkan periode sama 2010 sebesar Rp 166,9 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar