Jumat, 05 Agustus 2011

Jasa Marga Siap Kucurkan Rp 288 Miliar

Jasa Marga Siap Kucurkan Rp 288 Miliar

JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) siap mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar pada proyek pengerjaan ruas tol Serangan-Tanjung Benoa, Bali(11,5km). Hal tersebut seiring dengan ditunjuknya konsorsium Jasa Marga oleh pemerintah untuk mengerjakan proyek tersebut. Rencananya, pengerjaan fisik proyek tersebut akan mulai pada Oktober 2011.

Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito menjelaskan total investasi proyek tersebut senilai Rp 1,6 triliun. Ia mengatakan sumber pendanaan proyek tersebut berasal dari pinjaman bank 70% dan ekuitas 30%. Dari ekuitas tersebut, lanjut dia, perseroan mengucurkan dana sebesar Rp 288 miliar. “Hal tersebut sesuai dengan porsi ekuitas perseroan sebagai modal dalam konsorsium tersebut, yaitu 60%. Sedangkan sisanya, oleh anggota konsordium lainnya,” ungkap Frans kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Dalam konsorsium tersebut, Jasa Marga menggandeng PT Pelindo III (20%), PT Angkasa Pura I (10%), PT Wijaya Karya Tbk (5%), PT Hutama Karya (2%), PT Adhi Karya Tbk (2%), serta PT Bali Tourism Development Centre (BUMD milik Pemprov Bali, sebesar 1%).

Lebih lanjut Frans menjelaskan dana tersebut berasal dari kas internal perseroan. Berdasarkan laporan keuangan semester I 2011, kas yang dimiliki Jasa Marga sebanyak Rp 4,19 triliun. Jumlah tersebut meningkat 4,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 4,01 triliun.

Sedangkan untuk sumber pendanaan proyek yang berasal dari bank, Frans enggan untuk menjelaskan hal tersebut. Sebab, lanjut dia, hal tersebut masih dalam pembicaraan dan penentuan pinjaman pun dilakukan oleh konsorsium tersebut. Terlebih, lanjut dia, konsorsium tersebut nantinya akan dibentuk sebagai anak usaha patungan. Untuk itu, ia menegaskan konsorsium tersebut tidak akan menggunakan fasilitas pinjaman bank yang dimiliki oleh Jasa Marga.

“Sebagai perusahaan yang berdiri sendiri, anak usahanya tersebut akan berupaya mencari pembiayaan eksternal sendiri. Tidak akan pakai dana stand by loan milik Jasa Marga. Nanti, mereka akan mengajukan pinjaman perbankan sendiri,” tukas Frans.

Lebih lanjut Frans memperkirakan masa pengerjaan proyek tersebut selama 18 bulan. Dengan demikian, tambah dia, tol tersebut diharapkan dapat selesai pada pertengahan 2013. Saat ini, lanjut dia, konsorsium tengah menuntaskan perijinan. “Untuk masterplan wilayah sudah disetujui, tinggan ijin lokasi dari Pemerintah daerah untuk jalannya. Mudah-mudahan perijinan bias selesai dalam bulan ini sehingga Oktober sudah bias dimulai pembangunan fisiknya,” tandas dia. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar