Jumat, 05 Agustus 2011

Astra Agro Lestari Realisasi Capex Rp 800 M

Astra Agro Lestari Realisasi Capex Rp 800 M

JAKARTA – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 800 miliar selama semester I 2011. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan penunjang infrastruktur, pabrik batu, dan perawatan kebun.

Head of Investor Relation Astra Agro Lestari Yarmanto menjelaskan jumlah tersebut digunakan untuk 25% oembangunan infrastruktur, 30% pembangunan pabrik baru dan replacement pabrik lama dalam rangka perluasan kapasitas. “Sedangkan sisanya untuk merawat kebun yang belum menghasilkan,” ungkap Yarmanto kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Yarmanto menjelaskan penggunaan capex tersebut merupakan 53,3% dari total capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Ia mengatakan perseroan biasanya melakukan peninjaian ulang  jumlah capex tersebut akan ditunjau ulang setiap kuartal. Hal tersebut, lanjut dia, untuk mengetahui progres dari realisasi capex tersebut. Namun, ia menambahkan hingga Juni lalu realisasi dan penggunaan capex masih sejalan dengan yang direncanakan perseroan.

“Jadi samapi saat ini, kami masih belum ada rencana untuk merevisi alokasi capex tahun ini,” jelas Yarmanto.

Dengan realisasi capex tersebut, perseroan telah mengantongi nilai penjualan sebesar Rp 3, 82 triliun pada semester I-2011. Berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I 2011, jumlah tersebut naik sekitar 22% dari nilai penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,14 triliun. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan dan harga rata-rata (Average Selling Price/ ASP) minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO).

Perseroan mampu mencatatkan volume penjualan CPO sebesar 566.774 ton. Jumlah tersebut meningkat 18,7% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 477,639. selama enam bulan terakhir ASP CPO Astra Agro sebesar Rp 8.013 per kilogram. Bila dibandingkan dengan ASP semester pertama 2010 yang hanya Rp 6.590, nilai tersebut melonjak 21,6%. Hal tersebut membuat laba perseroan melonjak hingga 99,54% menjadi Rp 1,27 triliun dari Rp 636,45 miliar.

Yarmanto pernah menjelaskan menjelaskan saat ini perseroan tengah membangun empat pabrik pengolahan tbs kelapa sawit. Keempatnya terletak di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, serta dua pabrik Kalimantan Timur. Ia mengatakan dua diantaranya akan selesai pembangunannya pada tahun ini. Ia menambahkan untuk membangun satu pabrik pengolahan tbs tersebut diperlukan investasi sebesar US$ 12-14 juta. “Dana pembangunan pabrik tersebut akan berasal dari dana internal,” tandas Yarmanto. (iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar