Kamis, 18 Agustus 2011

Matahari Putra Bidik Pendapatan Rp 10 T

Matahari Putra Bidik Pendapatan Rp 10 T

JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) optimistis mencatatkan pendapatan Rp 10 triliun pada 2011. Pendapatan terbesar disumbangkan oleh Hypermart sebesar Rp 9 triliun.

Direktur Corporate Comunication Matahari Putra Prima Danny Konjongian mengatakan pencapaian pendapatan tersebut hanya berasal dari Matahari Food Business. Untuk itu, lanjut dia, pencapaian pada tahun ini tidak bisa dibandingkan dengan 2010 yang mencapai Rp 8,56 triliun. Sebab, ia menjelaskan pada tahun lalu PT Matahari Department Store Tbk (LPPF/MDS) masih menyumbangkan pendapatan di kuartal I.

"Apabila kontribusi MDS dikeluarkan, tahun lalu pendapatan kami sebesar Rp 7,6 triliun. Dengan demikian, tahun ini pendapatan kami akan mengalami pertumbuhan sebesar 30%," ungkap Danny di sela media gathering di Jakarta, Kamis (18/8).

Menurut Danny, pencapain pendapatan tahun ini akan ditopang oleh ekspansi gerai yang agresif. Untuk itu, lanjut dia, perseroan memperkirakan akan membuka 19-20 gerai dengan mengaloklasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 1 triliun. Ia menambahkan dana tersebut akan berasal dari kas internal. Ia mengatakan 65% dari seluruh gerai yang akan dibuka terletak di pulau Jawa, selebihnya di luar jawa.

Sedangkan hingga Juli, ia mengatakan perseroan telah membuka lima gerai dengan menghabiskan capex Rp 300 miliar. Hingga akhir tahun, lanjut Danny, perseroan akan membuka 14 gerai lagi. Ia menambahkan pembukaan gerai tidak hanya di kota besar tapi juga di tingkat kabupaten. Diantaranya di Gresik. Ia menuturkan untuk pembanguan satu gerai membutuhkan investasi sebesar Rp 40 miliar.

"Dengan demikian, pada akhir tahun jumlah gerai yang kami miliki mencapai 69 gerai," tambah Danny.

Menurut Danny, peluang untuk membuka gerai di Indonesia sangat besar. Sebab, lanjut dia, saat ini penetrasi toko ritel modern masih sangat rendah. Ia menyebutkan di Indonesia untuk 1 juta populasi masih dilayani 52 toko ritel modern. Sementara, lanjut dia, di Malaysia  untuk 1 juta populasi dilayani oleh 150 toko ritel modern. "Hal tersebut menunjukan masih terbukanya peluang ekspansi toko ritel. Saat ini, kami memiliki pangsa pasar 26%," jelas dia.

Pada kesempatan yang samas, Danny menjelaskan penjualan selama masa lebaran menyumbangkan 25% dari total pendapatan perseroan dalam satu tahun. Padahal, lanjut dia, masa lebaran tersebut hanya berjalan selama 40 hari terhitung dari awal bulan puasa hingga seminggu setelah lebaran. Ia mengatakan dalam periode tersebut, perseroan bahkan mampu menjual produk sirup hingga empat kali lipat dibandingkan jumlah biasanya.

Sementara itu, Managing Research Indosurya Asset Manajement Reza Priyambada memprediksi perseroan akan mampu mencapai target pendapatan sebesar Rp 10 triliun. Hal tersebut, tambah dia, seiring dengan pola perilaku masyarakat Indonesia yang lebih memilih berbelanja di toko ritel. "Sebab, dalam toko ritel modern konsumen bisa mendapatklan berbagai produk di dalam satu lokasi," jelas dia. (Iin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar